Selasa, 12 Januari 2016

Dini Iriani Tulisan 3: Manajemen Laba

Secara umum, manajemen laba didefinisikan sebagai upaya manajer perusahaan untuk mengintervensi atau mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan  untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan. Tujuan utama perusahaan, khususnya perusahaan swasta adalah untuk memperoleh laba. Oleh karena itu  manajemen laba sangat penting untuk sebuah perusahaan karena dapat mempengaruhi nilai kinerja perusahaan dimata masyarakat.
Contoh dari manajemen laba yang simpel misalnya dalam pemilihan metode FIFO dan LIFO dimana dari pemilihan metode tersebut dapat menghasilkan jumlah Harga Pokok Penjualan dan nilai Persediaan akhir yang berbeda. Hal tersebut merupakan hal yang wajar sebab metode tersebut memang diterapkan dalam praktek akuntansi. Namun yang menjadi masalah adalah ketika manajer melakukan manajemen laba dengan cara yang tidak benar bahkan merugikan banyak pihak, misalnya pada kasus Enron.
Pada kasus enron, juga melibatkan KAP Arthur Andersen dimana enron merupakan klien dari KAP tersebut. Dalam kasus ini KAP Arthur Andersen juga harus merasakan akibatnya. Arthur Andersen juga dinyatakan terbukti bersalah karena membantu menghancurkan dokumen bukti serta keliru dalam melaksanakan tugasnya.
Dari hal-hal penerapan manajemen laba tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda. Hal ini dikembalikan kepada sikap manajer dan perusahaaan apakah ingin menerapkan praktik bisnis yang sehat ataukah sebaliknya. Untuk menjalankan praktik bisnis yang sehat tentunya diperlukan cara-cara yang baik, tidak melanggar hukum dan tidak merugikan banyak pihak. Salah satu caranya adalah dari cara menjalankan manajemen laba yang benar. Dalam jurnal Tatang Ary Gumanti yang berjudul Earnings Management: Suatu Telaah Pustaka dinyatakan bahwa  ada empat cara yang dapat dilakukan oleh manajer untuk mengatur keuntungan yaitu melalui apa yang dikenal sebagai akrual manajemen, penerapan suatu kebijakan akuntansi yang wajib lebih awal atau tepat pada saat diwajibkan, melalui perubahan prosedur akuntansi yang diperkenankan oleh badan akuntansi secara sukarela (voluntary accounting changes), dan melalui kebijaksanaan operasi, investasi dan pembelanjaan (operating, investing and financing activities).


Sumber:
Tatang Ary Gumanti, “Earnings Management: Suatu Telaah Pustaka”, Jurnal Akuntansi & Keuangan, Volume 2, November 2000, hlm 104-115.