Analisa laporan
keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu
mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan
masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling
mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang. Analisa
laporan keuangan sebenarnya banyak sekali namun pada penelitian kali ini
penulis menggunakan analisa rasio keuangan karena analisa ini lebih sering
digunakan dan lebih sederhana.
Analisa rasio keuangan
adalah perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu
periode tertentu, data tersebut bisa antar data dari neraca dan data laporan
laba rugi. Tujuannya adalah memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial
perusahaan dari tahun ketahun.
Jenis-jenis analisa
rasio keuangan adalah :
a. Rasio Likuiditas
Rasio ini berguna untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka
pendeknya. Ada 3 (tiga) macam rasio likuiditas yang digunakan, yaitu
1. Current Ratio
2. Acid Test Ratio
3. Cash Position Ratio
b. Rasio Solvabilitas
Rasio ini berguna untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya
(hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang). Ada 4 (empat) rasio solvabilitas
yang digunakan. yaitu :
1) Total Debt To Equity
Ratio
2) Total Debt To Total
Assets Ratio
3) Long Term Debt To
Equity
4) Long Term Debt To
Total Assets
c . Rasio
Profitabilitas
Rasio ini berguna untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode
tertentu. Ada 4 (empat rasio profitabilitas yang digunakan, yaitu :
1) Return On Equity
(ROE)
2) Return On Assets
(ROA)
3) Net Profit Margin
4) Gross Profit Margin
Tujuan analisis
keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa
lalu dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Terdapat dua alat
penting dalam melakukan analisis keuangan :
a. Analisis Rasio
Analisis ini mencakup
perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam
industri yang sama, perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan
periode fiscal yang lain dan atau perbandingan rasio terhadap beberapa acuan
yang baku.
b. Analisis Arus Kas
Analisis ini berfokus
pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan
keluar perusahaan, yang diklasifikasikan menjadi aktifitas operasi, investasi
dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan
non kas secara periodic. Misalkan, apakah perusahaan telah menghasilkan arus kas
yang positif dari operasinya.
Mekanisme untuk
Mengatasi
Untuk mengatasi
perbedaan prinsip akuntansi lintas Negara, beberapa analis menyajikan ulang
ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara
internasional atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa yang lain
mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok
Negara tertentu dan membatasinya analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan
yang berlokasi di Negara-negara tersebut.
ANALISIS STRATEGI
BISNIS INTERNASIONAL
Analisis strategi
bisnis merupakan langkah penting pertama dalam analisis laporan keuangan.
Analisis ini memberikan pemahaman kualitatif atas perusahaan dan para
pesaingnya terkait dengan lingkungan ekonominya. Dengan mengidentifikasi factor
pendorong laba dan resiko usaha yang utama, analisis strategi bisnis atau usaha
akan membantu para analis untuk membuat peramalan yang realistis.
Kesulitan-kesulitan
analisis strategi bisnis internasional:
a. Ketersediaan
informasi
Analisis strategi usaha
sulit dilakukan khususnya di beberapa Negara karena kurang andalnya informasi
mengenai perkembangan makro ekonomi. Memperoleh informasi mengenai industry
juga sukar dilakukan di banyak Negara dan jumlah serta kualitas informasi perusahaan
sangat berbeda-beda. Ketersediaan informasi khusus mengenai perusahaan sangat
rendah di Negara berkembang. Akhir-akhir ini banyak perusahaan besar yang
melakukan pencatatan dan memperoleh modal di pasar luar negeri telah memperluas
pengungkapan mereka dan secara suka rela beralih ke prinsip akuntansi yang
diakui secara global seperti standar pelaporan keuangan internasional.
b. Rekomendasi untuk
melakukan analisis
Keterbatasan data
membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan menggunakan metode
riset tradisional menjadi sukar dilakukan. Seringkali sering dilakukan
perjalanan untuk mempelajari iklim bisnis setempat dan bagaimanan industry dan
perusahaan sesungguhnya beroperasi, khususnya di Negara-negara pasar
berkembang.
ANALISIS AKUNTANSI
Tujuan analisis
akuntansi adalah untuk menganalisis sejauh mana hasil yang dilaporkan
perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Para analis perlu untuk mengevaluasi
kebujakan dan estimasi akuntansi, serta menganalisis sifat dan ruang lungkup
fleksibilitas akuntansi suatu perusahaan. Para manajer perusahaan diperbolehkan
untuk membuat banyak pertimbangan yang terkait dengan akuntansi, karena
merekalah yang tahu lebih banyak mengenai kondisi operasi dan keuangan
perusahaan mereka. Laba yang dilaporkan seringkali digunakan sebagai dasar
evaluasi kinerja manajemen mereka.
Langkah-langah dalam
melakukan evalusai kualitas akuntansi suatu perusahaan:
a) Identifikasikanlah
kebijakan akuntansi utama
b) Analisislah
fleksibilitas akuntansi
c) Evaluasilah strategi
akuntansi
d) Evaluasilah kualitas
pengungkapan
e) Indentifikasikanlah
potensi terjadinya masalah
f) Buatlah penyesuaian
atas distorsi akuntansi
ANALISIS LAPORAN
KEUANGAN INTERNASIONAL (ALKI)
Diperlukan karena
adanya kecenderungan meningkatnya investasi internasional dan dilakukan dengan
maksud agar data keuangan dapat dibandingkan. Sumber informasi untuk analisis
laporan keuangan internasional adalah :
- Laporan keuangan,
jadwal pendukung serta catatan atas laporan keuangan
- Latar belakang
kekayaan perusahaan dan pengungkapannya.
Teknik-teknik analisis
Keuangan Internasional yang telah dipakai adalah :
- Analisa Trend
Membandingkan item-item
data secara periodic selama 2 tahun atau lebih seperti trend laba, debt rating,
perubahan revenue, pertumbuhan geometric dsb.
- Analisa Rasio
Membandingkan item satu
dengan item yang lain laporan keuangan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang
sama tentang profitabilitas perusahaan, leverage, likuiditas dan efisiensi.
Indikator Pengembalian:
· Pendapatan per lembar
saham =Pertumbuhan laba bersih saham biasa
Total saham dari saham
biasa yang beredar
· Pengembalian atas
aktiva = Laba bersih
Total Aktiva
· Pengembalian atas
ekuitas = Laba bersih
Ekuitas pemilik
Indikator Likuiditas
dan Risiko:
· Rasio Lancar = Aktiva
lancar
Utang lancar
· Utang terhadap
ekuitas = Total Utang
Ekuitas pemilik
a. Penyesuaian
depresiasi
Beban depresiasi akan
mempengaruhi keuntungan, maka perlu diperhatikan umur dari fungsi aktiva yang
harus diputuskan manajemen.
b. Penyesuaian persediaan
LIFO ke FIFO
Persediaan harus
dikonversikan dalam metode FIFO
c. Cadangan
Cadangan adalah
kemampuan perusahaan untuk membayar atau menutup pengeluaran untuk menghapus
beban.
d. Reformulasi Laporan
Keuangan
Penyesuaian dari
beberapa perubahan setelah adanya beberapa perhitungan pada point-point tsb di
atas.
MEKANISME UNTUK
MENGATASI PERBEDAAN PRINSIP AKUNTANSI ANTAR NEGARA
Beberapa pendekatan
yang dapat dilakukan yaitu :
- Beberapa analis
menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui
secara internasional atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum.
- Beberapa yang lain
mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok
Negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan
yang berlokasi di Negara-negara tersebut.
KESULITAN DAN KELEMAHAN
DALAM ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
a. Akses informasi
Informasi mengenai
ribuan perusahaan dari seluruh dunia telah tersedia secara luas dalam beberapa
tahun terakhir. Sumber informasi dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya
muncul melalui World Wide Web (WWW). Perusahaan di dunia saat ini memiliki
situs web dan laporan tahunannya tersedia secara Cuma-Cuma dari berbagai sumber
lainnya.
b. Ketepatan waktu
informasi
Ketepatan waktu laporan
keuangan, laporan tahunan, laporan kepada pihak regulator berbeda-beda di tiap
Negara.
c. Hambatan bahasa dan
terminology.
d. Masalah mata uang
asing.
e. Perbedaan dalam
jenis dan format laporan keuangan.
PELUANG DAN TANTANGAN
DALAM ANALISIS LINTAS BATAS
Analisis keuangan
lintas batas mencakup berbagai wilayah yurisdiksi. Sejumlah Negara memiliki
perbedaan yang sangat besar dalam praktik akuntansi, kualitas pengungkapan,
system hukum dan undang-undang, sifat dan ruang lingkup resiko usaha, dan cara
untuk menjalankan usaha.
Analisis dan penilaian
keuangan internasional ditandai dengan banyak kontradiksi. Di satu sisi, begitu
cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi telah mengarah pada semakin
meningkatnya daya banding informasi keuangan di seluruh dunia.
Terlepas dari
konradiksi yang masih terus berlanjut, hambatan untuk analisis dan penilaian
keuangan internasional semakin menurun dan pandangan pada analisis secara umum
masih positif. Globalisasi pasar modal, kemajuan dalam teknologi informasi dan
kompetisi antar pemerintah nasional, bursa efek dan perusahaan-perusahaan untuk
menarik investor dan kegiatan perdagangan yang meningkat masih terus berlanjut.
KERANGKA DASAR ANALISIS
USAHA
Palepu, Bernard, dan
Healy membuat suatu kerangka dasar yang bermanfaat untuk analisis dan penilaian
usaha dnegan menggunakan data laporan keuangan. Kerangka dasar tersebut terdiri
dari empat tahap analsis:
1. Analisis strategi
usaha
2. Analisis akuntansi
3. Analisis keuangan
4. Analisis prospektif
ANALISIS STRATEGI USAHA
INTERNASIONAL
Analisis strategi usaha
merupakan langkah penting dalam analisis laporan keuangan. Analisis ini
memerikan pemahaman kualitiatif atas perusahaan dan para pesaingnya terkait
dengan lingkungan ekonominya. Hal ini memastikan bahwa analisis kuantitatif
dilakukan dengan menggunakan perspektif holistik. Dengan mengidentifikasikan
faktor pendorong laba dan risiko usaha yang utama, analisis strategi usaha
membantu para analis untuk membuat peralaman yang realistis.
Analisis strategi usaha
sering kali rumit dan sukar dilakukan dalam lingkungan internasional.
Ketersediaan Informasi
Analisis strategi usaha
sulit dilakukan khususnya dibeberapa negara karena kurang andalnya informasi
mengenai perkembangan makro ekonomi. Pemerintah di negara maju kadang-kadang
dianggap telah menerbitkan statistik ekonomi yang keliru atau menyesatkan.
Memperoleh informasi
mengenai industri juga sukar dilakukan di banyak negera dan jumlah serta
kualitas informasi perusahaan sangat berbeda-beda. Ketersediaan informasi
khusus mengenai perusahaan sangat rendah di banyak negara berkembang.
Rekomendasi untuk
melakukan analisis
Keterbatasan data
membuat upaya untuk melakukan analsis starategi usaha dengan menggunakan metode
riset tradisional menjadi sukar dilakukan. Seringkali, perlu dilakukan
perjalanan untuk mempelajari iklim bisnis setempat dan bagaimana industri dan
perusahaan sesungguhnya beroperasi, khususnya dinegara-negara pasar berkembang.
WWW juga menawarkan akses yang sangat cepat terhadap informasi yang hingga akhir-akhir
ini masih belum tersedia atau sukar untuk diperoleh.
Informasi negara juga
dapat ditemukan dalam penerbitan ”siaran internasional” yang disebarkan oleh
kantor akuntan besar, bank, dan broker.
ANALISIS AKUNTANSI
Tujuan analisis
akuntansi adalah untuk menganalisis sejauh mana hasil yang dilaporkan
perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Para analis perlu untuk mengevaluasi
kebijakan dan estimasi akuntasi, serta menganalisis sifat dan ruang lingkup
fleksibilitas akuntansi suatu perusahaan
Para manajer perusahaan
diperbolehkan untuk membuat pertimbangan yang terkait dengan akuntansi, karena
merekalah yang tahu paling banyak mengenai kondisi operasi dan keuangan
perusahaan mereka.
Healy dan rekannya
menyarankan proses berikut ini dalam melakukan evaluasi kualitas akuntansi
suatu perusahaan
1. identifikasikanlah
kebijakan akuntansi utama
2. Analisislah
fleksibilitas akuntansi
3. Evaluasilah strategi
akuntansi
4. Ecaluasilah kualitas
pengungkapan
5. Identifikasikanlah
potensi terjadinya masalah
6. Buatlah penyesuaian
atas distorsi akuntansi
Perbedaan antar negara
dalam kualitas pengukuran akuntasi, pengungkapan, dan audit sangat dramatis.
Karekteristik nasional yang menyebabkan perbedaan ini mencakup praktik yang
diwajibkan dan diterima secara umum, pengawasan dan penegakan aturan dan ruang
lingkup diskresi manajemen atas pelaporan keuangan
Kualitas pengungkapan
dan tingkat keyakinan audit harus diamati dengan sangat ketat pada saat
melakukan analisis terhadap laporan keuangan sebuah perusahaan Jerman. Pengungkapan
catatan kaki kebijakan akuntansi cukup terbatasjumlahnya dalam beberapa laporan
tahunan perusahaan Jerman.
Lingkungan audit jerman
sangat berbeda dibandingkan dengan lingkungan di negera-negara seperti Inggris
dan Amerika Serikat. Aturan independensi auditor di Jerman tidak terlalu
komprehendif dan rumit bila dibandingkan dengan yang ada di Inggris dan di
Amerika Serikat, dan para manajer di jerman mungkin saja menganggapnya tidak
patut bagi auditor untuk menanyakan pernyataan lisan mereka. Auditor Jerman
juga lebih segan menerima.
Auditor eksternal
memainkan peranan yang penting dalam memastikan apakah standar akutansi
dipatuhi. Sistem hukum memberikan mekanisme penegakan aturan yang memastkan
para auditor untuk tetap independen dalam praktiknya.
Pelaporan keuangan di
Cina menunjukkan bagaimana pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan kualitas
audit dapat berbeda secara dramastis bila dibandingkan dengan praktik akuntansi
di negara-negara Anglo-Amerika.
Saran-saran untuk para
analisis
Pada saat melakukan
analisis, para analis harus sesering mungkin bertemu dengan manajemen untuk
mengevaluasi insentif pelaporan keuangan dan kebijakan akuntansi mereka. Banyak
perusahaan di negara pasar berkembang yang sangat tertutup dan para manajer
mungkin tidak memiliki insentif yang kuat untuk melakukan pengungkapan yang
lengkap dan kredibel.
Akhirnya teknologi
komunikasi baru memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap seluruh tahap
riset keuangan.
ANALISIS KEUANGAN
INTERNASIONAL
Tujuan analisis
keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa
lalu, dan untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Analisis rasio
dan analisis arus kas merupakan alat yang penting dalam melakukan analisis
keuangan. Analisis rasio mencakup perbandingan rasio antara suatu perusahaan
dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu
perusahaan antar waktu atau dengan periode fiskal yang lain, dan atau
perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang baku.
Analisis arus kas berfokus
pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan
arus kas keluar perusahaan, yang diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan
pendanaan non kas secara periodik.
Analisis rasio
2 masalah yang harus
dibahas ketika melakukan analisis rasio dalam lingkungan internasional:
1. Apakah pebedaan
lintas negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan yang signifikan
dalam angka-angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan dari negara yang
berbeda
2. seberapa jauh
perbedaan dalam budaya serta kondisi persaingan dan ekonomi lokal memengaruhi
interprestasi ukuran akuntansi dan rasio keuangan, meskipun pengukuran
akuntansi dari negara yang berbeda disajikan ulang agar tercapai ’daya banding
akuntansi’
Sejumlah bukti kuat
menunjukkan adanya perbedaan besar antar negara dalam profitabilitas,
pengungkit, dan rasio serta jumlah laporan keuangan lainnya yang berasal dari
faktor akuntansi dan non-akuntansi
Seberapa besar
perbedaan dalam pos-pos laporan keuangan disebabkan oleh perbedaan
prinsip-prinsip akuntansi nasional. Suatu penelitian sebelumnya mengenai
rekonsiliasi LK oleh emiten asing yang disusun oleh SEC cukup informatif.
Lima jenis perbedaan
laporan keuangan yang diungkapkan oleh sejumlah besar emiten adalah:
1. Depresiasi dan
amortisasi
2. Biaya yang
ditangguhkan atau dikapitalisasi
3. Pajak tangguhan
4. Pensiun
5. Translasi mata uang
asing
Penelitian ini
menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga emiten yang mengungkapkan perbedaan
laba yang material melaporkan bahwa laba menurut GAAP AS lebih rendah
dibandingkan dengan laba menurut GAAP non AS. Hampir setengah dari antaranya
melaporkan perbedaan laba lebih besar dari 25%
Dengan demikian, bukti
dari pengungkapan rekonsiliasi emiten SEC mengindikasikan bahwa perbedaan GAAP
dapat menyebabkan keragaman angka-angka laporan keuangan yang sig. Para analis
sering kali harus memilih untuk membuat laporan keuangan lebih dapat
dibandingkan dengan membuat penyesuaian prinsip akuntansi terhadap laporan
keuangan yang sedang dianalisis.
Analisis arus kas
Analisis arus kas
memberi masukan mengenai arus kas dan manajemen suatu perusahaan. Laporan arus
kas yang sangat mendetail diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS dan
standar akuntansi di sejumlah negara yang jumlahnya makin bertambah.
Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khususnya dalam
analisis internasional karena tidak dipengaruhi oleh perbedaan prinsip
akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran berbasis laba.
Mekanisme untuk
mengatasinya
Beberapa pendekatan
bisa digunakan. Beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut
sekelompok prinsip yang diakui secara internasional, atau sesuai dengan dasar
lain yang lebih umum. Beberapa lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas
praktik akuntansi di sekelompok negara tertentu dan membatasi analisis mereka
terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara-negara tersebut.
Brown, Soybel, dan
Stickney menggambarkan penggunaan algoritma penyajian ulang untuk meningkatkan
perbandingan kinerja keuangan lintas negara. Mereka menyajikan ulang kinerja
operasi perusahaan-perusahaan AS dan Jepang menurut dasar pelaporan yang sama.
Algoritma penyajian
ulang yang relatif sederhana cukup efektif untuk digunakan. Satu pendekatan
adalah memfokuskan pada beberapa perbedaan LK yang paling material, dimana
tersedia cukup informasi untuk melakukan penyesuian yang dapat diandalkan.
ANALISIS PROSPEKTIF
INTERNASIONAL
Analisis prospektif
Mencakup tahap peramalan dan penilaian. Ketika melakukan peramalan para analis
membuat ramalan mengenai prospek perusahaan secara eksplisit berdasarkan
strategi usaha, catatan akuntansi dan analisis keuangan. Ketika melakukan
penilaian, analisis mengubah ramalan kuantitatif menjadi suatu estimasi nilai
perusahaan. Penilaian digunakan secara implisit maupun eksplisit dalam banyak
keputusan usaha. Terdeapat banyak pendekatan penilaian yang berbeda digunakan
dalam praktik, mulai dari analisis arus kas terdiskonto hingga teknik yang
lebih sederhana yang berdasarkan perkalian berbasis harga.
Para pakar dalam
melakukan penilaian internasional memberikan peringatan berikut ini kepada
mereka yang melakukan analisis prospektif internasional. Setiap aturan yang telah
dipelajari di negera asal anda menjadi tidak berlaku di LN. Fluktuasi kurs,
perbedaan akuntansi, perbedaan praktik, dan kebiasaan bisnis, perbedaan pasar
modal, dan banyak faktor lainnya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap
peramalan dan penilaian internasional.
Pengaruh Analisis
Akuntansi Terhadap Akuntansi Antar Negara
Analisis keuangan
mencakup berbagai wilayah yuridiksi. Sebagai contoh, seorang analis mengkin
beberapa kali melakukan studi terhadap sebuah perusahaan yang berada di luar
Negara asalnya atau membandingkan perusahaan yang berasal dari dua Negara atau
lebih. Sejumlah Negara yang memilki perbedaan yang sangat besar dalam praktik
akuntansi, kualitas pengungkapan, system hokum dan undang undang, sifat dan
ruang lingkup resiko usaha, dan cara untuk menjalankan usaha.
Perbedaan ini berarti
alat analisis yang sangat efektif di satu wilayah menjadi kurang efektif di
wilayah lain. Para analis juga sering menghadapi tantangan besar untuk
memperoleh informasi yang kredibel. Di kebanyakan Negara pasar yang berkembang,
para analis keuangan sering memiliki tingkat keyakinan atau keandalan yang
terbatas.
Kesulitan Memperoleh
Informasi Akuntansi Internasional
Dalam memperoleh data
Akuntansi Internasional terdapat beberapa kesulitan, antara lain:
a. Penyesuaian
depresiasi Beban depresiasi akan mempengaruhi keuntungan, maka perlu
diperhatikan umur dari fungsi aktiva yang harus diputuskan manajemen.
b. Penyesuaian
persediaan LIFO ke FIFO Persediaan harus dikonversikan dalam metode FIFO
c. Cadangan Cadangan
adalah kemampuan perusahaan untuk membayar atau menutup pengeluaran untuk
menghapus beban.
d. Reformulasi Laporan
Keuangan Penyesuaian dari beberapa perubahan setelah adanya beberapa perhitungan
pada point-point tsb di atas.
Mengatur Kesulitan Analisis
Keuangan Internasional
Palepu, Bernard dan
healy membuat suatu kerangkan dasar yang bermanfaat untuk menganalisis dan
penilaian usaha dengan menggunakan data laporan keuangan. Kerangka dasar
tersebut terdiri dari empat tahap analisis, yaitu:
a. Analisis Strategi
Usaha
b. Analisis Akuntansi
c. Analisis Keuangan
(analisis rasio dan analisis arus kas)
d. Analisis prospektif
(peramalan dan penilaian)
Derajat pentingnya
masing masing tergantung ada tujuan analisis. Kerangka analisis usaha ini dapat
diterapkan dalam banyak situasi keputusan.
Pengunaan Website Untuk
memperoleh informasi Penelitian Perusahaan
Untuk Memperoleh
Informasi Penelitian Perusahaan Banyak perusahaan belum memanfaatkan secara
optimal pengungkapan informasi perusahaan melalui website, baik untuk informasi
keuangan dan keberlanjutan perusahaan. Temuan lain dalam penelitian ini adalah
banyak perusahaan yang tidak dapat memberikan informasi bagi investor,
kebanyakan informasi yang disajikan dalam website perusahaan adalah tentang produk
atau jasa yang dihasilkan serta banyak sekali perusahaan yang tidak mengupdate
informasi-informasi yang disajikan.
a. internet Financial
and Sustainability Reporting
Semenjak tahun 1995,
terdapat perkembangan penelitian empiris terkait dengan Internet Financial
Reporting (IFR) yang merefleksikan perkembangan bentuk pengungkapan informasi
perusahaan. Beberapa penelitian menguji faktor-faktor yang mempengaruhi
kebijakan pengungkapan dalam website perusahaan, seperti penelitian yang
dilakukan oleh Pirchegger dan Wagenhofer (1999) dan Sasongko dan Luciana
(2008a). Beberapa penelitian menguji sifat dan perluasan pelaporan keuangan
pada website perusahaan sebagai instrument yang menghubungan dengan
stakeholder.
b. Corporate Social
Responsibility
Pemahaman dan kesadaran
dari entitas bisnis untuk menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku
kepentingan dalam upaya minimasi dampak negatif dan maksimasi dampak positif
aktivitas operasional perusahaan menuju pembangunan berkelanutan inilah yang
kini dipahami sebagai CSR (Corporate Social Responbility. Menguatnya paradigma
pembangunan berkelanjutan dan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau
CSR membuat pelaporan kinerja sosial dan lingkungan perusahaan dianggap sama
pentingnya dengan pelaporan kinerja ekonomi. Masalah terbesarnya adalah bahwa
mutu laporan-laporan nonfinansial memang belumlah sebaik mutu laporan
finansial. Selain usianya yang terpaut jauh (>500 vs. 10-20 tahun),
kesenjangan di antara keduanya ditandai oleh derajat keformalan, pihak yang dituju,
serta interval laporan.
Gazdar (2007)
menyatakan ada empat hal yang membuat mengapa pelaporan nonfinansial ini
menjadi sangat penting:
Pertama, meningkatkan
reputasi perusahaan. Semakin transparen perusahaan dalam aspek-aspek yang
dituntut oleh seluruh pemangku kepentingannya, semakin tinggi pulalah reputasi
perusahaan. Tentu saja, kalau kinerja yang dilaporkan itu baik dan valid.
Karenanya, perusahaan harus terlebih dahulu meningkatkan kinerjanya dengan
sungguh-sungguh. Validitas juga sangat penting, karena pemangku kepentingan
tidak akan pernah memaafkan perusahaan yang melakukan pembohongan publik.
Kedua, melayani
tuntutan pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan adalah pihak-pihak yang
terpengaruh oleh dan bisa memengaruhi perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Tentu saja, mereka yang terpengaruh hidupnya oleh perusahaan berhak untuk
mengetahui aspek-aspek yang bersentuhan dengan kehidupan mereka. Mereka yang
bisa memengaruhi perusahaan sangat perlu untuk mendapat informasi yang benar,
sehingga pengaruh mereka bisa diarahkan ke tujuan yang tepat.
Ketiga, membantu
perusahaan dalam membuat berbagai keputusan. Laporan kinerja yang baik tentu
saja akan memuat indikator-indikator yang akan membantu perusahaan melihat
kekuatan dan kelemahan dirinya. Perusahaan bisa sedikit lebih tenang dalam
aspek yang indikator-indikatornya menunjukkan kekuatan. Di sisi lain,
perusahaan perlu mencurahkan sumberdaya yang lebih besar untuk aspek-aspek yang
tampak masih lemah. Perusahaan memilikiLaporan periodik dengan indikator yang
konsisten sangat diperlukan di sini, sehingga naik turunnya kinerja bisa
terpantau dan disikapi dengan keputusanyang tepat.
Keempat, membuat
investor dengan mudah memahami kinerja perusahaan. Sebagaimana yang sudah
diungkapkan di atas, ada kebutuhan yang semakin tinggi dari investor untuk bisa
mengetahui kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Para investor jangka panjang
benar-benar ingin mengetahui apakah modal yang ditanamkannya aman atau tidak.
Perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja sosial dan lingkungan yang tinggi
memiliki kemungkinan yang lebih baik untuk terus berlanjut usahanya, dan para
investor tentu lebih berminat untuk menanamkan modalnya pada
perusahaan-perusahaan tersebut.
Sumber:
·
Frederick
D.S Choi, Gary K. Meek, International Accounting, Buku 2 Edisi 6, Penerbit:
Salemba Empat