Senin, 31 Desember 2012

Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis


1.      Benturan dengan kepentingan masyarakat
Etika mempengaruhi perilaku pribadi dilingkungan kerja. Akan tetapi, tanggung jawab sosial (social responsibility) berkaitan dengan cara suatu bisnis bertindak terhadap kelompok dan pribadi lainnya dalam lingkungan sosialnya. Tanggung jawab sosial merupakan usaha suatu bisnis menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya, yang meliputi konsumen, bisnis lain, karyawan dan investor. Namun, proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan ). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan ( besar, menengah dengan perusahaan ). Benturan ini terjadi kerap kali karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara, air, limbah, suara bahkan mental kejiwaan )
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social
Dalam menunaikan tanggung jawab social, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
·         Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung-rugi usaha
·         Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanism pebisnis yang melibatkan rasa,karsa,karya yang ikut mendorong diciptakanya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manejemen terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh penerapan manejemen yang berorientasi hubungan kemanusian.

2.      Dorongan tanggung jawab sosial
-     Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan
Penerapan akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar secara rinci, manfaat tersebut adalah :
·         moral kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja
·         Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipasif.
·         Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyaman kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
·         Peningkatan mutu produksi yang diadakan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
·         Kepercayaan konsumen yang meningkatkan dan merupakan dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.

3.      Etika bisnis
Etika bisnis adalah perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh seorang manajer atau majikan suatu organisasi. Karena didasarkan pada konsep sosial da keyakinan perorangan, maka etika dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, dari satu situasi  ke situasi lainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya. Dengan demikian, tanpa melanggar standar umum suatu budaya, individu dapat mengembangkan kode etik pribadi yang mencerminkan beragam sikap dan keyakinan. Jadi, apa yang membentuk perilaku etis dan tidak etis sebagian ditentukan oleh perseorangan dan sebagian lagi oleh budaya. Terdapat empat norma etis (ethical norms):
§  Kegunaan (utility): apakah suatu tindakan tertentu mengoptimalkan apayang terbaik bagi mereka yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut?
§  Hak (rights): apakah hal itu menghargai hak-hak orang yang terlibat?
§  Keadilan (justice): apakah konsisten dengan apa yang kita anggap adil?
§  Kepedulian (caring): apakah konsisten dengan tanggung jawab masing-masing pihak kepada pihak yang lainnya?
-     Hubungan antara bisnis
·         Hubungan antara bisnis dengan konsumen: banyaknya perhatian tanggung jawab bisnis kepada konsumen saat ini dapat ditelusuri dari peningkatan konsumerisme, yaitu bentuk aktivitas sosial yang ditujukan untuk melindungi hak-hak konsumen dalam persetujuan (jual beli) dengan bisnis. Tanggung jawab sosial terhaadap konsumen pada umumnya terbagi atas dua kategori, sebagai berikut: menyediakan produk-produk berkualitas dan menetapkan harga secara adil.
·         Hubungan dengan karyawan: bisnis yang bertanggung jawab dalam hubungan yang terkait dengan oerlakuan yang baik majikan terhadap pekerjanya, akan menganggap pekerja sebagai bagian dari tim, dan menghormati harga diri dan kebutuhan dasar manusiawi mereka.
·         Hubungan antar bisnis: merupakan pemberian informasi hubungan yang terjadi diantara perusahhan, baik perusahaan kolega,pesaing,penyalur,grosir maupun distributornya.
·         Hubungan dengan investor: untuk mempertahankan sikap mental tanggung jawab sosial terhadap investor, para manajer harus mengikuti prosedur akuntansi yang pantas, memberikan informasi yang tepat kepada pihak pemercaya mengenai kinerja keuangan, dan mengelola oragnisasi itu untuk melindungi hak-hak dan investasi para pemegang saham. Mereka harus akurat dan terus terang dalam menilai pertumbuhan dan profitabilitas masa depan serta bahkan menghindari ketidak-layakan tindakan dalam bidang-bidang yang peka seperti insider triding, manipulasi harga saham dan menyembunyikan data keuangan.
·         Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan: Hubungan dengan lembaga keuangan, terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Pelaksanaan tanggung jawab social merupakan penerapan dan pelaksanaan kepedulian bisnis terhadap lingkungan serta mengikuti etika bisnis. 
4.      Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial suatu bisnis
·         Pelaksanaan hubungan industrial pancasila ( HIP )
Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.
·         Analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL )
Penanganan limbah industry sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi lingkungan serta mengendalikan polusi, baik polusi udara, polusi air serta polusi tanah.
·         Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )
Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman,masker pelindung maupun pakaian khusus lainya.
·         Perkebunan inti rakyat ( PIR )
System perkebunan yang melibatkan besar milik Negara dan kecil milik masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil di sekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
·         System baoak anak-anak angkat
System ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat penguysaha kecil/menengah mitra kerja yang harus mereka bina terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yinggi dalam pelaksannanya.

Refrensi
·         Ricky W.Griffin, Ronald J.Ebert, Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke 6)
·         http://my154n.wordpress.com/2009/12/30/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/

Sabtu, 29 Desember 2012

Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan


1.      Keuangan perusahaan
Keuangan perusahaan merupakan kegiatan yang terkait dengan penetapan investasi perusahaan dalam jangka panjang, memperoleh dana untuk membayarnya, melaksanakan kegiatan keuangan perusahaan setiap hari dan menggelola keuangan perusahaan. Kegiatan bisnis yang dikenal dengan keuangan korporasi ini umumnya memerlukan empat tanggung jawab:
·         Menentukan investasi jangka panjang perusahaan
·         Mendapatkan dana untuk membayar investasi tersebut
·         Melaksanakan kegiatan keuangan harian perusahaan tersebut
·         Membantu mengelola risiko yang diambil perusahaan
Manajer keuangan lah yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengendalian akuisisi serta penyebaran sumber-sumber keuangan suatu perusahaan. Tanggung jawab manajer keuangan dibagi menjadi tiga kategori umum, yaitu:
·         Manajemen arus kas: manajemen arus keluar masuk kas untuk memastikan bahwa ada dana yang cukup buat pembelian-pembelian serta untuk menggunakan kelebihan dana secara produktif
·         Pengendalian keuangan: proses pemeriksaan kinerja yang sebenarnya terhadap rencana untuk menjamin terjadinya hasil keuangan yang diinginkan.
·         Perencanaan keuangan: strategi perusahaan untuk mencapai posisi keuangan tertentu di masa mendatang.

2.      Estimasi penjulan
Estimasi penjualan merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Anggaran penjualan harus memperlihatkan total penjualan dalam nilai. Hal ini dapat dianalisis seterusnya menurut produk daaerah,pelanggan dan juga berdasarka pola musim penjualan yang diharapkan. Anggaran harus disusun oleh manajer penjualan yang mendapat dari para wiraniaga dan menggunakan teknik peramalan statistik diangkat dari riset pasar.

3.      Estimasi produksi
Anggaran produksi adalah suatu penjelasan tentang keluaran yang dihitung berdasarkan volume produk dan umumnya dinyatakan dalam jam standar. Dalam hal ini dipertimbangkan anggaran penjualan, kapasitas pabrik, apakah persediaan perlu ditingkatkan atau diturunkan dan pembelian dari luar. Anggaran produksi disiapkan oleh manajer pabrik berkoordinasi dan bekerja sama dengan akuntan, insinyur produksi, insinyur pengkajian dan personel pentng lainnya.

4.      Estimasi pembelian bahan langsung
Estimatis pembelian bahan langsung adalah pembelian barang secara langsung, baik berupa langsung maupun sistem online. Produsen harus bisa membeli bahan dengan harga yg terjangkau agar proses produksi bisa berjalan dengan efisien. Bagian ini harus disusun oleh kepala pembelian dalam pertemuannya dengan manajer produksi. Dengan menggunakan anggara penjualan dan produksi, dapat ditentukan kebutuhan bahan mentah dan barang stengah jadi, dari periode ke periode, guna memenuhi kebutuhan keluarannya dan akan dievaluasi dalam bentuk biaya tunai.

5.      Estimasi pemakaian bahan langsung
Estimasi pemakaian bahan langsung adalah pemakaian bahan yang bisa langsung di gunakan tanpa memerlukan proses terlebih dahulu, atau barang yang sudah di beli bisa langsung di pakai atau di gunakan.

6.      Upah langsung
Upah langsung adalah upah yang diberikan langsung kepada karyawan melalui manajer atau atasan itu sendiri.

7.      Estimasi beban fabrikase
Merupakan estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikase. Diperlukan anggaran untuk ini karena setiap proses produksi pasti memmerlukan alat/mesin yang digunakan untuk mengolah bahan baku. Dan setiap mesin tersebut mempunyai masa berlaku/nilai penyusutan.

8.      Estimasi harga pokok penjualan
Merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Dengan mengetahui hpp sutu produk perusahaan dapat memperkirakan laba yang akan diperoleh.

9.      Estimasi beban penjualan
estimasi beban penjualan adalah estimasi yang timbul karena beban yang terkait dengan kegiatan menghasilkan penjualan. Beban penjualan akan mempengaruhi jumlah penjualan bersih dalam suatu produksi.

10.  Estimasi beban administrasi
Merupakan beban yang timbul karena proses menghasilkan pendapatan penjualan yang dikurangkan dari laba kotor dalam laporan laba-rugi.

11.  Estimasi laba-rugi
Komponen pertama anggaran induk adalah ikhtisar laba-rugi yang dianggarkan.  Anggaran ini mengikhtisarkan pengaruh semuadata relevan yang terkandung dalam anggaran tambahan departemen operasi dan jasa, serta penjualan, pembelian,personel dan modal (depresiasi, penerimaan penjualan barang bekas).

12.  Estimasi kas
Komponen kedua dari anggaran induk adalah anggaran kas yang sangat kritis mengingat kemungkinan adanya kendala sehingga mengakibatkan adanya kas yang tidak memuaskan atas suatu ekspansi bisnis yang dibutuhkan dan kerena berakibat pula atas akseptabilitas anggaran induk sendiri secara keseluruhan. Dalam hal ini, pengawas keuangan harus menetapkan penjadawalan waktu, biasanya bulanan atas produksi, penjualan, pembelian aset tetap dan seterusnya serta kemudian menetapkan pengaruh atas sisa kas. Alasan penggunaan anggaran ini adalah untuk menentukan secara periodik apakah tambahan kas dibutuhkan atau adakah surplus kas tersedia bagi investasi jangka pendek.



Refrensi:
·         Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso & Paul D. Kimmel, “Accounting Principle/pengantar akuntansi”, Salemba Empat, Jakarta, 2007
·         Ricky W.Griffin, Ronald J.Ebert, Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke 6)
·          Philip A Vale, J. Financial Management Handbook ,( PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia Anggota IKAPI,Jakarta, 1989,Third Edition)

Minggu, 23 Desember 2012

Akuntansi dan Laporan Keuangan


1.      Definisi Akuntansi
Akuntansi adalah sistem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi bagi para pengguna yang berkepentingan.
2.      Fungsi Akuntansi
·         Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
·         Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
·         Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
·         Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
 Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.
3.      Pihak-pihak yang berpkepentingan
·         Pengguna internal
Mereka adalah para manajer yang merencanakan, mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis. Diantaranya adalah manajer pemasaran, supervisor produksi dan lain-lain.
·         Pengguna eksternal
Diantaranya adalh invesor, kreditor,pelanggan masyarakat dan lain-lain.
4.      Prinsip akuntansi
Prinsip akuntansi adalah suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di suatu wilayah tertentu mungkin berbeda dari prinsip akuntansi yang berlaku di wilayah lain. Oleh karena itu, untuk laporan keuangan yang akan didistribusikan kepada umum di Indonesia, harus disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sesuai standar pelaporan pertama dari standar auditing, auditor dalam laporannya akan mengungkapkan dalam apakah laporan keuangan yang diaudit telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
5.      Pengertian laporan keuangan
Laporan keuanga menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dala beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi (income statement) , laporan ekuitas pemilik (owner’s equity statement), neraca (balance sheet), dan laporan arus kas (statement of cash flows).
6.      Bentuk neraca
Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan (balance sheet atau statement of financial position) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaituaset, liabilitas, dan ekuitas.

Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005, dapat disusun neraca sebagaimana tampak pada Tabel 2.8 berikut ini.
7.      Laporan laba-rugi
Laporan laba rugi (income statement) menyajikan pendapatan dan beban serta laba atau rugi bersih yang dihasilkan selama suatu periode waktu tertentu. Terdapat dua macam dalam laporan laba rugi,yaitu:
a. Bentuk Langsung (Single Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk single step dilakukan dengan menjumlahkan semua pendapatan menjadi satu, demikian pula bebannya. Setelah itu dicari selisihnya untuk mengetahui laba dan rugi.

Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005 dapat dibuat laporan laba/rugi sebagai berikut.


b. Bentuk Bertahap (Multiple Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk multiple step dilakukan dengan memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, serta memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha. Setelah itu mencari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi bersih usaha.

Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005, dapat dibuat laporan laba/rugi sebagai berikut.
8.      Tujuan laporan keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut atau berhubungan dengan posisi keuangan,kinerja, serta perubahan suatu entitas yang dapat berguna ataupun bermanfaat dalam pengambilan keputusan.


Refrensi
·         Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso & Paul D. Kimmel, “Accounting Principle/pengantar akuntansi”, Salemba Empat, Jakarta, 2007
·         Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), Judul “Akuntansi Berdasarkan PSAK”

Jumat, 14 Desember 2012

Manajemen Sumber Daya Manusia


Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Menurut Mary Parker Follett ,manajemen sumber daya manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-oranglain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
1.      Macam-macam Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaiu:
·         Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan. Untuk itu, tenaga manusia sangatlah diperlukan dalam pekerjaan apapun.
·         Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Dengan adanya kemampuan berpikir, manusia dapat melaksanakan pekerjaan dan memiliki ide-ide yang dapat dilakukannya.
            Dalam perencanaan sumber daya manusia ,perlu memerhatikan tiga hal, yaitu:
·         Analisa pekerjaan
Analisa pekerjaan adalah suatu analisa sistematis terhadap pekerjaan-pekerjaan di dalam suatu organisasi. Analisa pekerjaan terdiri atas dua bagian:
Ø  Deskripsi pekerjaan (job description): merincikan ugas-tugas suatu pekerjaan, lingkungan kerja, serta alat, bahan, danperlegkapan yang digunakan dalam melakukan pekerjaan tersebut.
Ø  Spesifikasi pekerjaan (job specification): merincikan keterampilan, kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
·         Meramalkan permnitaan dan penawaran SDM
Peramalan penawaran tenaga kerja terdiri dari dua tugas:
Ø  Meramalkan penawaran internal (internal supply): jumlah dan jenis karyawan yang akan berada di perusahaan pada satu waktu tertentu di masa mendatang.
Ø  Meramalkan penawaran eksternal (external supply): jumlah dan jenis orang yang akan tersedia bagi proses rekrutmen dari pasar tenaga kerja mana pun.
·         Menyeseuaikan penawaran dan permintaan SDM
Setelah membandingkan permintaan mendatang dan penawaran internal, manajer dapat membuat rencana untuk mengelola kekurangan atau surplus staf yang telah di prediksikan. Apabila organisasi harus melakukan rekrutmen, prediksi penawaran tenaga kerja eksternal dapat membantu manajer merencanakan cara merekrut sesuai dengan ketersediaan atau kelangkaan jenis orang yang diperlukan di pasar tenaga kerja.

Ketika  para manajer telah memutuskan bahwa karyawan baru diperlukan, mereka kemudian mengalihkan perhatian mereka untuk merekrut dan mempekerjakan bauran orang-orang yang tepat. Penyusunan staf dalam organisasi merupakan salah satu tugas yang paling rumit dan penting dalam manajemen SDM yang baik. Dalam penyusuan staf, dilakukan hal-hal berikut:



·         Rekrutmen SDM
Rekrutmen adalah proses menarik orang-orang yang emenuhi persyaratan untuk mengajukan lamaran kepada perkerjaan yang belum terisi. Rekrutmen terdiri atas:
1. rekrutmen internal: mempertimbangkan karayawan yang ada sebaai kandidat atas lowongan pekerjaan yang ada.
2. rekrutmen eksternal: melibatkan usaha menarik orang-orang dari luar organisasi untuk melamar lowongan pekerjaan.
·         Menyeleksi SDM
Tujuan dari proses seleksi adalah untuk mengumpulkan informasi yang akan memeperkirakan tingkat keberhasilan kerja para pelamar dan kemudan mempekerjakan kandidat yang dianggap berpeluang paling berhasil. Proses penentuan nilai prediktif atas informasi disebut validasi (validation). Dalam proses seleksi SDM, dilakukan berbagai hal seperti:
1. Fromulir aplikasi: formulir aplikasi merupakan metode yang efisien untuk mengumpulkan informasi mengenai pengalaman kerja para pelamar,latar belakang pendidikan dan sebagainya.
2. Tes: tes keammpuan, keterampilan, sikap biasanya menjadi alat prediksi terbaik terhadap keberhasilan pekerjaan.
3. Wawancara: validitas wawancara dapat ditingkatkan degan cara melatih para pewawancara untuk sadar akan danya potensi bias dan dengan cara meningkatkan struktur wawancara.
2.      Perkembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kerangka kerja untuk membantu karyawan mengembangkan pengetahuan mereka pribadi dan organisasi keterampilan, dan kemampuan. Dalam proses mengembangkan SDM, prosesnya dimulai dengan proses orientasi dan kemudian meningkat ke pemilihan berbagai macam metode dan teknik pelatihan terbaik.
·         Orientasi karyawan baru
Orientasi adalah proses memperkenalkan karyawan baru kepada organisasi sehingga mereka dapat lebih cepat menjadi kontributor yang efektif. Program orientasi yang efektif akan membantu para pendatang baru merasa menjadi bagian dari tim,dengan segera memperkenalkan mereka dengan rekan-rekan kerja dan karaywan baru lainnya, serta dengan cara yang berbeda mempermudah masa transisi dari orang luar menjadi orang dalam.
·         Teknik dan metode pelatihan dan pengembangan
a)      Program atas dasar pekerjaan
Merupakan teknik pelatihan yang menghubungkan aktivitas pelatihan dan pengembangan langsung kepada kinerja tugas-tugas. Program atas dasar pekerjaan terdiri dari beberapa metode,yaitu:
Ø  Pelatihan pada saat bekerja (on the job training) : program pelatihan atas dasra pekerjaan,kadangkala informal, sewaktu seorang karyawan berada dalam situasi kerja sesungguhnya.
Ø  Vpelatihan kokpit (vestibule training): pelatihan atas dasra pekerjaan yang dilaksanakan dalam lingkungan simulasi jauh dari lokasi kerjanya.
Ø  Rotasi dan transfer kerja otomatis(systematic job rotations and transfers): pelatihan atas dasar pekerjaan yang memindahkan karyawan secara sistematis dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain sehingga mereka dapat mempelajari berbagai macam tugas dan keterampilan.
b)      Program atas dasar instruksional
Merupakan oekatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan informasi baru. Program yang sering digunakan yakitu:
Ø  Pendekatan kuliah atau diskusi (lecture or discussion approach): pelatihan atas dasar instruksional yang menyajikan pengetahuan dan informasi secara deskriptif.
Ø  Instruksi dengan bantuan komputer (computer-assisted instruction): pelatihan atas dasar instruksional yng menyajikan pengetahuan dan informasi melalui komputer
3.      Pemanfaatan sumber tenaga kerja dan kompensasi
Kompensasi adalah serangkaian penghargaan yang diberikan oleh suatu organisasi kepada karyawannya sebagai imbalan atas keinginan mereka melakukan berbagai pekerjaan dan tugas. Kompensasi termasuk sejumlah elemen yang berbeda meliputi gaji pokok, insentif, bonus tunjangan dan hadiah-hadiah lain. Program kompensasi karyawan dirancang :
1. Menarik karyawan yang berpenampilan menarik kedalam organisasi.
2. Memotifasi karyawan mencapai prestasi unggul.
3. Mencapai masa dinas yang panjang
4.      Hubungan perburuhan
Hubungan Perburuhan adalah hubungan antara unsur – unsur dalam produksi yaitu buruh, pengusaha dan pemerintah, yang didasarkan pada nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila, inti dari pola hubungan perburuhan Pancasila adalah bahwa setiap perselisihan perburuhan yang terjadi harus diupayakan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.Untuk mencapai tujuan tersebut, ada tiga asas yang digunakan yaitu :
1.Asas Partner in Production: Dimana buruh dan pengusaha mempunyai kepentingan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan buruh mampu meningkatkan hasil usaha/ produksi.

2.Asas Partner in Profit: Hasil yang dicapai perusahaan itu seharusnya bukan untuk dinikmati oleh pengusaha saja, tetapi harus dinikmati oleh buruh yang turut serta dalam mencapai hasil produksi tersebut.

3.Asas Partner in Responsibility: Dimana buruh dan pengusaha memiliki tanggung jawab untuk bersama – sama meningkatakan hasil produksi.

Untuk mengeoperasikan Hubungan Perburuhan Pancasila tersebut, telah ditetapkan berbagai sarana yaitu :
•Lembaga Bipartite / Tripartite
•Kesepakatan Kerja Bersama (Perjanjian Perburuhan)
•Peradilan Perburuhan
•Peraturan Perundang – undangan Perburuhan
•Masalah khusus yang harus diperhatikan yaitu masalah upah dan masalah
pemogokan.
5.      Mengapa para pekerja mendirikan serikat kerja?
Berdasarkan Undang- Undang 1945 pasal 4 menyebutkan bahwa tujuan didirikannya serikat buruh ialah untukmemberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan keluarganya.  Tujuan didirikannya serikat buruh ialah untuk:
1.      Melindungi dan membela hak dan kepentingan pekerja
2.      Memperbaiki kondisi – kondisi dan syarat – syarat kerja melalui perjanjian kerja bersama dengan manajemen/pengusaha
3.      Melindungi dan membela pekerja beserta keluarganya akan keadaan sosial dimana mereka mengalami kondisi sakit, kehilangan dantanpa kerja (PHK).
4.      Mengupayakan agar manajemen/pengusaha mendengarkan dan mempertimbangkan suara atau pendapat serikat pekerja sebelum membuat keputusan.
6.      Perserikatan saat ini
Tipe serikat karyawan adalah:
a. Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya keterampilan yang sama seperti tukang kayu.
b. Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini terdiri dari pekerja yang tidak berketerampilan maupun dalam perusahaan atau industry tertentu .
c. Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil , tidak terampil dan setengah terampil dari suatu local tertentu tidak memandang dari industry mana.
  1. Hukum-hukum yang mengatur hubungan antar tenaga kerja dengan manajer
Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :
a. Closed Shop Agreement: Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan).
b. Union shop Agreement Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
c. Open Shop Agreement Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja
  1. Bagaimana serikat pekerja diorganisasi dan disahkan?
Berdasarkan UU No 21 Tahun 2000 maka dapat diuraikan unsur-unsur Serikat pekerja/serikat buruh adalah sebagai berikut :
·         Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi;
·         Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan;
·         Serikat pekerja/serikat buruh bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab;
·         Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

Referensi
·         Ricky W.Griffin, Ronald J.Ebert, Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke 6)

Senin, 10 Desember 2012

Manajemen Keuangan Perusahaan


·         Peran dan tanggung jawab manajer keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Dalam pengertian luas pandangan fungs keuangan adalahbmenyajikan suatu titik temu antara perusahaan pengguna dana dengan para pemilik dana mengenai pengguna dana menurut Solomon dalam buku “The Theory of Financial Management”.
Tiga tiang manajemen keuangan modern adalah hipotesis efisiensi pasar, niaya oportunitas pasar modal dan jamian yang diharapkan atas resiko. Ketiganya berkaitan dengan penentuan harga suatu perusahaan dan menjelaskan peran utamanya pada manajemen keuangan. Tujuan dari manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang merupakan fungsi dari arus kas yang diharapkan dan risiko yang terkandung didalamnya.  Lalu, fungsi dan tugas manajer keuangan yaitu :
1. Merencanakan dan menganalisa pembelanjaan perusahaan
2. Mengatur struktur aktiva (struktur kekayaan perusahaan)
3. Mengatur struktur finansial
4. Mengatur struktur modal

Tugas lain Manajer keuangan adalah menyediakan Laporan keuangan (Neraca, Laporan Rugi/Laba, dan Laporan Perubahan Modal).
1.      Penganggaran modal
Penganggaran modal atau biaya modal adalah suatu standar perbandingan yang digunakan dalam  analisis keuangan dan merupakan statistik perusahaan yang vital di mana membutuhkan perhitungan cermat. Penhasilan yang diperoleh dari sumber daya modal harus sama atau melebihi biaya modal itu.
2.      Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif
Ø  Investasi penggantian: suatu aktiva yang sudah usang (absolute) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan.
Ø  Investasi penambahan kapasitas: Usul penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru untuk meningkatakan efisiensi.
Ø  Investasi penambahan jenis produk baru: Investasi ini mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah di produksi.
3.      Metode penilaian investasi
Ø  Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi
Contoh: Average Rate of Return (Accounting Rate of Return)
Ø   Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow (arus kas)
Contoh: Pay Back Period Method, Internal Rate of Return, Net Present Value, dan Profitability Index.
4.      Arus kas masuk
Manajemen arus kas sangat  menentukan kehidupan finasisal perusahaan. Seorang manaer keuangan yang efisien akan menentukan kebutuhan kas minimal yang diperlukan,mempelajari pola pembayaran dan penerimaan, merencanakan pinjaman jangka pendek dan investasi sehingga perushaan tidak perlu memboroskan dananya. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia, laporan arus kas melaporkan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut 3 (tiga) jenis aktivitas, yaitu:
Ø  Aktivitas operasi
Jumlah aliran arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan aliran kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, pemeliharaan kemampuannya tersebut membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan para sumber pendanaan dari luar.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Operasi, misalnya:
a. Kas yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa secara tunai.
b. Kas yang diterima dari penagihan piutang dagang dan piutang lainnya.
c. Kas yang diterima dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha.
Ø  Aktivitas investasi
Transaksi kas yang berhubungan dengan perolehan fasilitas investasi dan non kas lainnya yang digunakan oleh perusahaan. Arus kas masuk terjadi jika kas yang diterima dari hasil atau pengembalian investasi yang dilakukan sebelumnya, misalnya: dari hasil atau penjualan.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Investasi, misalnya:
a. Penjualan aktiva tetap.
b. Penjualan surat berharga yang berupa investasi.
c. Penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan investasi).
Ø  Aktivitas pendanaan
Kegiatan pendapatan sumber dana dari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut, meminjam dan membayar hutang kembali, atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar hutang tersebut.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Pendanaan, misalnya:
a. Penerimaan kas dan surat berharga dalam bentuk equity (sewajarnya).
b. Penerimaan dari penerbitan hutang obligasi dan hutang jangka panjang lainnya
5.      Metode average rate of return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Penilaian investasi dengan metode Average Rate of Return didasarkan pada jumlah keuntungan bersih sesudah pajak.
Rumus:           laba bersih sesudah pajak/ total average invesment
6.      Metode masa pengembalian investasi
Perhitungan ini dapat dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh setiap tahun. Nilai kas bersih merupakan penjumlahan laba setelah pajak ditambah dengan penyusutan.
7.      Metode net present value
Net present value ialah nilai sekarang bersih dari arus kas tambahan bersih yang didiskonto pada pagu penghasilan yang diharapkan dari suatu proyek.  NPV juga merupakan  selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon. NPV nol menunjukkan bahwa proyek hanya dapat mengembalikan investasi plus penghasilan minimal yang bisa diterima atas modal yang ditanam sepanjang usia proyek.

Keterangan:    NB = Net benefit = Benefit – Cost
C   = Biaya investasi + Biaya operasi= Benefit yang telah didiskon= Cost yang telah didiskon
i     = diskon faktor
n    = tahun (waktu)

8.      Metode Profitability Index
Metode Profitability Index menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi.
  1. Metode internal rate of return
IRR didefinisikan sebagai tingkat pembiayaan impas bagi proyek. Definisi matematis IRR adalah suatu pagu diskonto yang jika digunakan untuk mendiskonto tambahan aarus kas bersih menunjukkan nilai sekarang bersih nol bagi proyek.
            Keterangan:     IRR = Internal Rate of Return
i1 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV+
i2 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV-
Present Value bernilai positif
NPV2= Net Present Value bernilai negatif
·         Perencanaan keuangan
Perencanaan keuangan dalam perusahaan sangat diperlukan agar tidak terjadi pemborosan dan pengeluaran perusahaan saat ini atau yang akan datang dapat diperkirakan. Perusahaan membutuhkan dana karena dana yang telah diperoleh oleh perusahaan akan digunakan untuk:
1. Membiayai kegiatan perusahaan yaitu Investasi.
2. Membayar deviden kepada pemegang saham.
3. Membayar biaya dan beban perusahaan yang merupakan biaya operasional
4. Membayar pajak
Manajer keuangan yang bijaksana akan mengusahakan agar pembayaran bunga dan pembiayaan pinjaman menurut kemampuan pembayaran perusahaan pada kemungkinan kondisiyang berubah-ubah. Penyediaan dana yang cukup harus memastikan agar tidak hanya kelayakan keuangan perusahaan dipertahankan terus tapi juga agar semua cara yang mungkin untuk mengadakan investasi agi pertumbuhan yang menguntungkan dapat dilaksanakan pada saat ada peluang yang baik.



Referensi
·         Philip A Vale, J. Financial Management Handbook ,( PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia Anggota IKAPI,Jakarta, 1989,Third Edition)