Selasa, 09 Oktober 2012

Ruang Lingkup Bisnis


  1.  Pengertian bisnis dan jenisnya


“Business is  an institution which produces goods and services demanded by people.” Blown dan Petrello (1976). Artinya ,bisnis ialah lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat,maka lembaga bisnis pun akan meningkat perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memperoleh laba.
Dalam berbisnis,para wirausahawan mempunyai  pilihan-pilihan sendiri untuk memulai bisnis tersebut. Pilihan-pilihan tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Bisnis Online (Online Store): merupakan bisnis dengan menggunakan internet sebagai media utamanya. Pemilik usaha bisa memajang barang yang dijual di website sendiri atau di social media yang saat ini sedang populer. Barang yang di pesan pembeli dikirim oleh penyedia jasa pengiriman barang. Proses pembayaran bisa dengan mentransfer atau dengan sistem C.O.D (cash on delivery). Bisnis ini tergolong bisnis yang mudah dilakukan karena kita tidak perlu menambah modal untuk pembelian toko/kios sebagai tempat penjualan. Kunci dalam berbisnis online adalah saling percaya antara penjual dan pembeli serta membuat pembeli percaya bahwa kita bukan seorang penipu. Meskipun transaksi dalam bisnis ini tergolong mudah,namun bisnis ini rawan sekali dengan penipuan.
Contoh: iwearup.com, adorableprojects.com, zalora.co.id
b.      Bisnis Waralaba (Franchise) : menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Contoh: McDonald,KFC,Seven Eleven
c.       Bisnis Ritel/eceran:  Definisi Ritel adalah penjualan barang atau jasa kepada pengguna akhir atau end user dimana perintel membeli barang langsung kepada produsen atau grosir dan menjual dengan harga pasar demi mendapatkan keuntungan maksimal.
Contoh: Matahari Departement Store,Times Books Store.
d.      Bisnis Pertanian: melilhat perekonomian negara Indonesia sendiri bergerak di sektor pertanian,bisinis di bidang ini pun cukup sangat berpeluang dikembangkan di Indonesia. Sebelum terjun kedalam bisnis pertanian, sebaiknya kita harus mengetahui seluk beluk dari produk pertanian yang akan kita jadikan ladang bisnis. Jadi apabila kita akan terjun kedalam bisnis pertanian dengan produk sayur mayur atau buah buahan atau bahkan sembako. Tentunya kita harus benar – benar mengetahui seluk beluk secara rinci dari produk tersebut.
Contoh: penjualan hasil panen.
e.      Bisnis Manufaktur: Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan.
 Contoh : perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
f.        Bisnis MLM(Multi Level Marketing) : yaitu metode menjual barang secara langsung kepada pelanggan melalui jaringan yang dikembangkan para distributorlepas yang memperkenalkan ke para distributor berikutnya. Pendapatan dihasilkan dari laba eceran dan laba grosir ditambah pembayaran-pembayaranberdasarkan penjualan total kelompok yang dibentuk oleh sebuah distributor.
Contoh: CNI



 2.Tujuan kebijakan bisnis


“[orang-orang] bisnis yang berfokus pada laba akan berakhir terperosok ke dalam lubang. Bagi saya, laba adalah apa yang terjadi apabila anda melakukan segalanya dengan benar.” – Yvon Chouinard,pendiri dan CEO Patagonia,Inc.
Untuk melakukan hal yang benar dalam bisnis,para wirausahawan perlu menjalankan bisnis secara etis dan bertanggung jawab. Untuk itu diperlukan kebijakan bisnis yang bertujuan sebagai berikut:
A. Melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM), contoh:
·         KUR (Kredit Usaha Rakyat)
·         Koperasi
·         BUK (Badan Usaha Kredit)
B. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya, contoh:
·         Mendaur ulang sampah plastic menjadi cangkir, piring plastic, botol minuman, dll.
·         Mendaur ulang minyak goreng menjadi BIO – Diesel
·         Mendaur ulang kertas menjadi bingkai foto, kartu nama, kartu undangan, dll.
C. Melindungi konsumen, contoh:
·         Makanan = kualitas barang
·         Minuman rasa / sehat = kualitas barang
·         Obat – obatan = kualitas barang
D. Pendapatan Negara, contoh:
·         Pajak Penghasilan (PPh)
·         Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
·         Pajak Bumi & Bangunan (PBB)
·         Bea & Cukai
·         Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

 3. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar


1.3 Perekonomian Terencana/Terpimpin
                Perekonomian terpimpin yaitu perekonomian yang mengandalkan pemerintah terpusat untuk mengendalikan semua atau sebagian besar faktor-faktor produksi dan untuk membuat semua atau sebagian besar keputusan-keputusan produksi dan alokasi.
                Bentuk perekonomian terpimpin aalah komunisme dan sosialisme. Komunisme adalah  suatu sistim dimana pemerintah memiliki dan mengoperasikan semua sumber produksi. Korea Utara,Vietnam,RRC adalah contoh negara yang masih menganut sistim komunisme. Sedangkansistem perekonomian  sosialisme adalah sistem perekoniomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.
2.3 Perekonomian Pasar
                Perekonomian pasar yaitu perekonomian dimana individu-individu mengendalikan keputusan produksi dan alokasi melalui penawaran dan permintaan yang terdiri dari sistem ekonomi kapitalis dan liberalis.
                Sistem ekonomi kapitalis yaitu perekonomian pasar yang memberikan kepemilikan produksi pribadi dan yang mendorong kewirausahaan dengan menawarkan laba sebagai suatu intensif. Sedangkan sistem ekonomi liberalis adalah suatu filosofi ekonomi dan politis.teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai keinginannya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pemabatasan.
                Selain itu juga terdapat sistem ekonomi yang menonjolkan sifatsifat baik dari perekonomian terpimpin maupun perekonomian pasar yang dsebut dengan sistem perekonomian pasar campuran.


                sumber:buku Bisnis Ricky W.Grifffin dan Ronald J.Ebert edisi ke enam jilid satu hal.9               
 4.Kesempatan Bisnis


Ada salah satu quotes yang megatakan bahwa,  "No dream comes true until you wake up and go to work". Jadi,untuk menjadi pebisnis yang berhasil,kita harus benarbenar berusaha dan pantang menyerah. Karena ketika kita memulai bisnis,belum tentu kita akan mendapat laba. Untuk itu,bermimpi agar menjadi sukses tidak akan cukup jika kita tidak membuat mmpi itu menjadi nyata. Kita harus kreatif,inovatif dan mampu mebaca peluang-peluang yang ada. Howard Schultz ,CEO Starbucks mengatakan  bahwa ,“Tim manajemen kami 100% berfokus pada pengembangan bisnis inti kami tanpa adanya selingan dari inisiatif lainnya ”. Jadi,agar bisnis berkembang baik kita perlu berfokus dan memiliki manajemen yang baik dengan cara menetapkan sasaran dan merumuskan strategi.

            sumber:buku Bisnis Ricky W.Grifffin dan Ronald J.Ebert edisi ke enam jilid satu hal.147 (pendapat CEO Starbucks)
 5. Unsur-unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi


Unsur-unsur penting dalam Aktifitas Ekonomi biasa disebut dengan 6M yaitu :
• Manusia
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan


6. Hakikat Bisnis


 Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.
Namun, hanya karena tujuan utama berbisnis adalah mendapat keuntungan,bukan berarti kita hanya fokus ke bagaimana caramemperoleh laba yang banyak. Kita juga harus memperhatikan kualitas apa yang kita bisniskan. Jangan sampai kita merugikan konsumen atau bahkan merugikan banyak pihak. Termasuk merugikan keadaan lingkungan. Contohnya pada kasus penebangan liar,jelas itu sangat merusak hutan di Indonesia dan bisa menimbulkan banyak bencana. Pada intinya,kita tidak boleh egois dalam berbisnis hanya karena demi mendapat keuntungan yang banyak. 



7. Mengapa belajar bisnis?


Bisnis sangat penting untuk dipelajari karena dengan berbisnis kita akan memiliki kemandirian dalam bekerja dan tidak bergantung dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada pada saat ini. Dengan memiliki bisnis justru kita dapat menciptakan lapangan kerja yang baru untuk orang lain. Selain itu,menurut Hatta Radjasa jumlah pengusaha di Indonesia baru sekitar 400ribu jiwa. Untuk itu kita sebagai generasi penerus perlu memahami bisnis bahkan ikut terjun kedunia bisnis dan mampu bersaing dengan negara-negara yang lainnya.
                  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar