- Pengertian bisnis dan jenisnya
“Business is an institution which produces goods and
services demanded by people.” Blown dan Petrello (1976). Artinya ,bisnis ialah
lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Apabila kebutuhan masyarakat meningkat,maka lembaga bisnis pun akan meningkat
perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memperoleh laba.
Dalam berbisnis,para wirausahawan mempunyai pilihan-pilihan
sendiri untuk memulai bisnis tersebut. Pilihan-pilihan tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Bisnis
Online (Online Store): merupakan bisnis dengan menggunakan internet sebagai
media utamanya. Pemilik usaha bisa memajang barang yang dijual di website
sendiri atau di social media yang saat ini sedang populer. Barang
yang di pesan pembeli dikirim oleh penyedia jasa pengiriman barang. Proses
pembayaran bisa dengan mentransfer atau dengan sistem C.O.D (cash on
delivery). Bisnis ini tergolong bisnis yang mudah dilakukan karena kita
tidak perlu menambah modal untuk pembelian toko/kios sebagai tempat penjualan.
Kunci dalam berbisnis online adalah saling percaya antara penjual dan pembeli
serta membuat pembeli percaya bahwa kita bukan seorang penipu. Meskipun
transaksi dalam bisnis ini tergolong mudah,namun bisnis ini rawan sekali dengan
penipuan.
Contoh: iwearup.com, adorableprojects.com, zalora.co.id
b. Bisnis
Waralaba (Franchise) : menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud
dengan waralaba ialah suatu sistem
pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir,
dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu
atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem,
prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu
tertentu meliputi area tertentu.
Contoh: McDonald,KFC,Seven Eleven
c. Bisnis
Ritel/eceran: Definisi Ritel adalah penjualan barang atau jasa
kepada pengguna akhir atau end user dimana perintel membeli barang langsung
kepada produsen atau grosir dan menjual dengan harga pasar demi mendapatkan
keuntungan maksimal.
Contoh: Matahari Departement
Store,Times Books Store.
d. Bisnis
Pertanian: melilhat perekonomian negara Indonesia sendiri bergerak di sektor
pertanian,bisinis di bidang ini pun cukup sangat berpeluang dikembangkan di
Indonesia. Sebelum terjun kedalam bisnis
pertanian, sebaiknya kita harus mengetahui seluk beluk dari produk pertanian
yang akan kita jadikan ladang bisnis. Jadi apabila kita akan terjun kedalam
bisnis pertanian dengan produk sayur mayur atau buah buahan atau bahkan
sembako. Tentunya kita harus benar – benar mengetahui seluk beluk secara rinci
dari produk tersebut.
Contoh: penjualan hasil panen.
e. Bisnis
Manufaktur: Manufaktur adalah bisnis yang
memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau
komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan.
Contoh : perusahaan yang memproduksi
barang fisik seperti mobil atau pipa.
f. Bisnis
MLM(Multi Level Marketing) : yaitu metode menjual barang secara langsung kepada
pelanggan melalui jaringan yang dikembangkan para distributorlepas yang
memperkenalkan ke para distributor berikutnya. Pendapatan dihasilkan dari laba
eceran dan laba grosir ditambah pembayaran-pembayaranberdasarkan penjualan
total kelompok yang dibentuk oleh sebuah distributor.
Contoh: CNI
2.Tujuan kebijakan bisnis
Untuk melakukan hal yang benar dalam bisnis,para wirausahawan
perlu menjalankan bisnis secara etis dan bertanggung jawab. Untuk itu
diperlukan kebijakan bisnis yang bertujuan sebagai berikut:
A. Melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM),
contoh:
· KUR (Kredit Usaha Rakyat)
· Koperasi
· BUK (Badan Usaha Kredit)
B. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya,
contoh:
· Mendaur ulang sampah plastic menjadi cangkir, piring plastic,
botol minuman, dll.
· Mendaur ulang minyak goreng menjadi BIO – Diesel
· Mendaur ulang kertas menjadi bingkai foto, kartu nama, kartu
undangan, dll.
C. Melindungi konsumen, contoh:
· Makanan = kualitas barang
· Minuman rasa / sehat = kualitas barang
· Obat – obatan = kualitas barang
D. Pendapatan Negara, contoh:
· Pajak Penghasilan (PPh)
· Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
· Pajak Bumi & Bangunan (PBB)
· Bea & Cukai
· Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
3. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
1.3 Perekonomian Terencana/Terpimpin
Perekonomian terpimpin yaitu perekonomian yang mengandalkan pemerintah terpusat
untuk mengendalikan semua atau sebagian besar faktor-faktor produksi dan untuk
membuat semua atau sebagian besar keputusan-keputusan produksi dan alokasi.
Bentuk perekonomian terpimpin aalah komunisme dan sosialisme. Komunisme
adalah suatu sistim dimana pemerintah memiliki dan mengoperasikan semua
sumber produksi. Korea Utara,Vietnam,RRC adalah contoh negara yang masih
menganut sistim komunisme. Sedangkansistem perekonomian sosialisme adalah
sistem perekoniomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap
orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan
pemerintah.
2.3 Perekonomian Pasar
Perekonomian pasar yaitu perekonomian dimana individu-individu mengendalikan
keputusan produksi dan alokasi melalui penawaran dan permintaan yang terdiri
dari sistem ekonomi kapitalis dan liberalis.
Sistem ekonomi kapitalis yaitu perekonomian pasar yang memberikan kepemilikan
produksi pribadi dan yang mendorong kewirausahaan dengan menawarkan laba
sebagai suatu intensif. Sedangkan sistem ekonomi liberalis adalah suatu
filosofi ekonomi dan politis.teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk
bertindak sesuka hati sesuai keinginannya sendiri dan membiarkan semua individu
untuk melakukan pekerjaan tanpa pemabatasan.
Selain itu juga terdapat sistem ekonomi yang menonjolkan sifatsifat baik dari
perekonomian terpimpin maupun perekonomian pasar yang dsebut dengan sistem
perekonomian pasar campuran.
sumber:buku Bisnis Ricky W.Grifffin dan Ronald J.Ebert edisi ke enam jilid satu
hal.9
4.Kesempatan Bisnis
Ada salah satu quotes yang megatakan bahwa, "No
dream comes true until you wake up and go to work". Jadi,untuk menjadi pebisnis yang
berhasil,kita harus benarbenar berusaha dan pantang menyerah. Karena ketika
kita memulai bisnis,belum tentu kita akan mendapat laba. Untuk itu,bermimpi
agar menjadi sukses tidak akan cukup jika kita tidak membuat mmpi itu menjadi
nyata. Kita harus kreatif,inovatif dan mampu mebaca peluang-peluang yang ada.
Howard Schultz ,CEO Starbucks mengatakan bahwa ,“Tim manajemen kami 100%
berfokus pada pengembangan bisnis inti kami tanpa adanya selingan dari
inisiatif lainnya ”. Jadi,agar bisnis berkembang baik kita perlu berfokus dan
memiliki manajemen yang baik dengan cara menetapkan sasaran dan merumuskan
strategi.
sumber:buku Bisnis Ricky
W.Grifffin dan Ronald J.Ebert edisi ke enam jilid satu hal.147 (pendapat CEO
Starbucks)
5. Unsur-unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi
Unsur-unsur penting dalam Aktifitas Ekonomi biasa
disebut dengan 6M yaitu :
• Manusia
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan
6. Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi
kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang
pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba
untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari
kepuasan masyarakat itulah si pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan
pengembangan usahanya.
Namun, hanya karena tujuan utama berbisnis adalah
mendapat keuntungan,bukan berarti kita hanya fokus ke bagaimana caramemperoleh
laba yang banyak. Kita juga harus memperhatikan kualitas apa yang kita
bisniskan. Jangan sampai kita merugikan konsumen atau bahkan merugikan banyak
pihak. Termasuk merugikan keadaan lingkungan. Contohnya pada kasus penebangan
liar,jelas itu sangat merusak hutan di Indonesia dan bisa menimbulkan banyak
bencana. Pada intinya,kita tidak boleh egois dalam berbisnis hanya karena demi
mendapat keuntungan yang banyak.
7. Mengapa belajar bisnis?
Bisnis sangat penting untuk dipelajari karena dengan berbisnis
kita akan memiliki kemandirian dalam bekerja dan tidak bergantung dengan jumlah
lapangan pekerjaan yang ada pada saat ini. Dengan memiliki bisnis justru kita
dapat menciptakan lapangan kerja yang baru untuk orang lain. Selain itu,menurut
Hatta Radjasa jumlah pengusaha di Indonesia baru sekitar 400ribu jiwa. Untuk
itu kita sebagai generasi penerus perlu memahami bisnis bahkan ikut terjun
kedunia bisnis dan mampu bersaing dengan negara-negara yang lainnya.
sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/04/30/092400555/Indonesia-Butuh-4-Juta-Wirausaha (pendapat
Hatta Radjassa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar