Senin, 21 Maret 2016

Tugas Individu: Akuntansi Komparatif: Amerika dan Asia

Perbaikan sistem free-market (pasar bebas) yang terjadi pada tahun 1990-an banyak terdapat di Amerika Latin. Perbaikan tersebut termasuk juga menghilangkan perlindungan terhadap impor, menerima investor asing, privatisasi perusahaan milik negara. Perbaikan-perbaikan tersebut telah menjalar hingga Argentina, Cile, Meksiko, serta Peru. Pada tahun 1994 North American Free Trade Agreement (NAFTA) (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara). menciptakan minat baru yang besar pada Akuntansi Meksiko di Kanada, Amerika Serikat, dan negara lainnya. Akuntansi di Meksiko memiliki bentuk yang hampir serupa dengan akuntansi di negara Amerika Latin lainnya. Alasan pemilihan terhadap Cina mungkin sudah dapat dipastikan: negara dengan populasi.
Hubungan politik dan ekonomi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap sistem akuntansi kelima negara. Sistem akuntansi Amerika Serikat pada awalnya mengambil dari Britania Utara (beserta bahasa inggris dan sistem peraruran yang berlaku). Kebanyakan akuntan pertama di Amerika Serikat adalah ekspatriat asal Inggris. Landasan ekonomi Meksiko yang paling dekat dengan Amerika Serikat adalah alasan mengapa memiliki akuntansi berorientasi keadilan daripada terhadap undang-undang negara. India merupakan salah satu bagian Britania Raya. Seperti Amerika Serika, India juga mengadopsi sistem akuntansi dari Britania Raya. Cina, efek dari dasar ekonomi dan politil cenderung lebih antisipatoris daripada historikal. Untuk sistem akuntansinya yang baru, Cina mengikuti standar IFRS dengan harapan agar dapat lebih baik dalam berhubungan dengan investor asing yang sangat vital dala rencana pengembangan perekonomian mereka.
1.      Amerika Serikat
Akuntansi di Amerika Serikat diatur badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board – FASB), akan tetapi yang menjadi penyokong kewenangan terhadap standardisasi mereka adalah agensi kepemerintahan Komisi Keamanan dan Kurs (Securities and Exchange Commision – SEC).
Hingga tahun 2002, Institut Sertifikasi Akuntansi Publik Amerika (American Institute of Certified Public Accounttants-AICPA), sebagai badan khusus lainnya juga mengaudit standar mereka. Pada tahun tersebut, Public Company Accounting Oversight Board(PCAOB) didirikan, dengan dewan yang berwenang untuk mengeluarkan regulasi audit dan auditor perusahaan publik.
a.       Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem yang dianut Amerika Serikat tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodic keuangan. Perusahaan di Amerika Serikat dibentuk di bawah hokum Negara, bukan hukum federal. Setiap Negara bagian memiliki peraturan dasar perusahaan tersendiri secara umum, peraturan tersebut mengandung persyaratan minimal untuk menjaga catatan akuntansi serta publikasi periodic laporan keuangan.
SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standar akuntansi dan laporan kepada perusahaan public akan tetapi bergantung pada sektor swasta dalam penerapan standardisasi tersebut. Oleh karena itu, SEC merupakan agensi regulator yang independen, kongres serta presiden tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap kebijakan yang mereka buat.
FASB dibentuk pada tahun 1973 dan pada Desember 2006 telah mengeluarkan Laporan Standar Akuntansi Keuangan 158 (158 Statement of Financial Accounting Standard – SAFSs). Tujuan SFASs adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para investor baik yang telah maupun yang berpotensi menjadi investor, kreditor, dan lainnya yang memutuskan untuk mengambil kredit, investasi, dan sebagainya. 
Pada tahun 1991, FASB mengembangkan strategi rencana pertama untuk aktivitas internasional. Pada tahun 1994, FASB menambahkan promosi mengenai perbandingan internasional dalam pernyataan misinya. FASB merupakan anggota internasional yang kooperatif, berkomitmen untuk fokus pada GAAP AS dan IFRS. Pada tahun 2002, FASB dan IASB membentuk komitmen mereka untuk menghilangkan tujuan dengan menandatangani yang disebut Norwalk Agreement. Dengan persetujuan tersebut, kedua dewan berjanji untuk menghilangkan perbedaan yang muncul antara standarisasi mereka serta mengoordinasikan agenda pengaturan standarisasi sehingga permasalahan utama yang mucul dapat diselesaikan bersama.
Sarbanes-Oxley Act memiliki dasar hukum pada tahun 2002, yaitu memperluas persyaratan AS dalam perusahaan pemerintah, penjelasan dan laporan, serta regulasi audit profesi. Diantaranya pembentukan PCAOB yaitu sebuah organisasi non-profit yang diawasi langsung oleh SEC. PCAOB memiliki tanggung jawab, yaitu:
1.      Menetapkan audit, pengendalian kualitas, etika, kemandirian dan standarisasi lainnya yang berhubungan dengan persiapan untuk laporan audit perusahaan.
2.      Mengawasi subjek audit perusahaan publik terhadap keamanan hukum.
3.      Memeriksa akuntansi firma publik.
4.      Mendukung akuntansi firma publik.
b.      Laporan Keuangan
Tipe laporan keuangan tahunan pada perusahaan besar di AS memiliki beberapa komponan di bawah ini:
a.    Laporan manajamen
b.    Laporan audit independen
c.    Laporan keuangan primer (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham).
d.   Diskusi manajemen dan analisis hasil operasional dan kondisi keuangan.
e.    Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan keuangan.
f.     Catatan atas laporan
g.    Perbandingan data keuangan selama lima atau sepuluh tahun.
h.    Data triwulan terpilih.
Penggabungan Laporan Keuangan juga dibutuhkan, dan laporan keuangan AS yang dipublikasikan biasanya tidak berisi laporan parent-company-only (induk perusahaan saja). Peraturan penggabungan tersebut membutuhkan penggabungan seluruh anak perusahaan yang telah tekontrol (sebagai contoh, kepemilikan bagian saham lebih dari 50%), termasuk yang beroperasional non-homogenik. Laporan triwulan dibutuhkan untuk perusahaan yang terdaftar pada bursa saham utama. Laporan semacam ini biasanya hanya berisi laporan singkat saja, laporan keuangan yang belum diaudit serta ringkasan laporan manajemen.
c.       Patokan Akuntansi
Peraturan patokan akuntansi di Amerika serikat berasumsi bahwa kesatuan bisnis akan terus berlangsung jika terus diperhatkan. Daasar perhitungan akrual cukup ,eresap, serta peraturan transaksi dan pengenalan event sangat bergantung pada konsep yang cocok.
Penggabunagn bisnis harus dihitung seperti sebuah pembelian. Goodwill dikapitalisasi sebagai selisih antara harga pasar yang dipertimbangkan dalam pertukaran dengan harga pasar di bawah aset bersih yang diperoleh (termasuk semua set tak berwujud yang lain). Aset tak berwujud ditinjau kembali untuk mengetahui adanya penurunan nilai secara berkala dan dihapus serta dibebankan sebagai biaya untuk mendapatkan laba saat nilai buku melebihi harga pasar. Amerika serikat bergantung pada harga perolehan untuk menilai aset berwujud dan aset tidak berwujud. Metode akselerasi ataupun straightline keduanya diperbolehkan. Estimasi umur ekonomis digunakan untuk menentukan periode penyusutan dan amortisasi. Seluruh biaya penelitian dan pengembangan dibebankan saat terjadinya walaupun terdapat aturan khusus kapitalisasi untuk biaya software komputer. LIFO, FIFO dan metode biaya rata-rata diperbolehkan dan telah digunakan secara luas untuk penetapan harga persediaan
2.      Meksiko
Sebelum penaklukan Spanyol pada tahun 1500-an, Meksiko merupakan rumah bagi bermacam kebudayaan, termasuk Olmec, Maya, Toltec, dan Aztec.Hernando Cortes menaklukan Meksiko pada tahun 1521 serta menemukan koloni Spanyol yang telah ada selama 300 tahun. Meksiko mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1810, dan diakui merdeka oleh Spanyol melalui perjanjian pada tahun1821. Selain masa kedamaian selama 30 tahun di bawah kepemimpinan Porfirio Diaz (1877-1880 dan 1884-1911); Meksiko mengalami konflik politik dan militer hingga tahun 1929, yang sekarang dikenal sebagai awal pembentukan Institutional Revonlutionary Party (PRI). PRI terus memegang pemerintahan Spanyol selama 70 tahun. Pemilihan presiden tahun 2000 dimenangkan oleh National Action Party (PAN), sebuah partai oposisi yang mengakhiri supremasi PRI dalam politik Meksiko.
Meksiko adalah Negara dengan penduduk berbahasa Spanyol terbanyak di dunia dan Negara dengan populasi terbesar kedua di Amerika Latin. Meksiko memiliki free-market ekonomi yang besar. Perusahaan milik pemerintah atau yang dikontrol perusahaan perusahaan menguasai industry perminyakan dan sarana umum, sedangkan perusahaan swasta mendominasi pabrik, konstruksi, tambang, hiburan, serta Industri pelayanan. Perjanjian yang paling penting bagi Meksiko adalah North American Free Trade Management (NAFTA), yang ditandatangani juga oleh Kanada dan Amerika Serikat pada tahun 1994. Hampir 60 persen untuk perdagangan impor dan 90 persen untuk ekspor Meksiko berasal dari Amerika Serikat. Meksiko merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua belas (dalam hal produk domestic bruto).
Sebagai pendiri International Accounting Standards Committee (sekarang menjadi International Accounting Standards Board), Meksiko juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan IFRS. Sekarang Meksiko merunut pada IASB sebagai panduan dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi yang muncul, terutama dalam kasus di mana tidak tercantum dalam standarisasi Meksiko.
a.       Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Mexican Commercial Code dan hukum pendapatan pajak mengandung persyaratan untuk menjaga kumpulan data pembukuan tertentu dan mempersiapakan laporan keuangan, akan tetapi pengaruh meraka terhadap laporan keuangan secara umum tidaklah besar. Standarisasi akuntansi dikeluarkan oleh Council for Research and Development of Financial Information Standards (Consejo Mexicano para la Investigacion y Desarrollo de normas de Informacion Financiera-CINIF). CINIF adalah rekanan terencana pada sektor publik (swasta) setelah Financial Accounting Standards Board dari AS dan International Accounting Standards Board. Secara spesifik, mereka bertujuan untuk menyatukan GAAP Meksiko dengan IFRS.
Walaupun sistem yang legal berdasarkan pada hukum publik, pengaturan standarisasi akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika, atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa continental. Proses pengaturan standarisasinya berkembang dengan baik. Sebelum standarisasinya diputuskan, dokumen yang diajukan ditampilkan untuk dikaji ulang dan diberi tanggapan oleh publik. Standar akuntansi dianggap berwenang oleh pemerintah, dan diakui secara khusus oleh National Banking and Securities Commission yang meregulasikan Mexican Stock Exchange. Prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil, serta dapat diaplikasikan di semua bidang bisnis.
Persyaratan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan keuangan dan audit berbeda-beda, bergantung pada tipe dan ukuran perusahaan. Semua perusahaan yang berada di bawah hukum Meksiko (sociedades anonimas) harus menunjuk minimal satu auditor berwenang untuk melapor pada para pemegang saham terkait laporan keuangan tahunan. Auditor yang berwenang tidah harus seorang akuntan publik, akan tetapi saat sebuah firma menggunakan auditor independen, anggota tim audit firma tersebut berlaku sebagai auditor pula.
b.      Laporan Keuangan
Tahun fiskal prusahaan di Meksiko harus bersamaan dengan kalender tahunan. Perbandingan laporan keuangan gabungan yang harus disiapakan antara lain:
1.      Neraca
2.      Laporan laba rugi
3.      Laporan perubahan ekuitas pemegang saham
4.      Laporan perubahan posisi keuangan
5.      Catatan
Laporan keuangan harus disesuaikan terhadap inflasi. Efek penyesuaian tersebut ditunjukkan pada laporan perubahan ekuitas pemegang saham yang sama dengan laporan arus kas serta terbagi ke dalam aktivitas operasional, investasi, dan keuangan. Bagaimanapun, karena disiapkan dalam nilai peso yang tetap, jumlah hasil tidak akan merepresentansikan arus kas yang dimengerti berdasarkan akuntansi harga perolehan.
c.       Patokan Akuntansi
Laporan keuangan gabungan disiapkan saat induk perusahaan mengontrol perusahaan lainnya. Kontrol diindikasikan oleh kemampuan untuk memutuskan operasional dan kebijakan perusahaan. Kontrol biasanya dimiliki saat lebih dari 50 persen saham biasa dimiliki, akan tetapi bisa juga didapatkan dengan cara lain, termasuk juga kemampuan dalam memilih manajer atau dewan direksi secara umum. Metode ekuitas digunakan saat terdapat pengaruh tetapi bukan control, biasanya hal tersebut berarti memiliki 10 dari 50 persen. Proyek gabungan mungkin proprosional jika digabungkan atau dibukukan karena menggunakan metode ekuitas. Meksiko telah mengadaptasi International Accounting Standard No. 21 penyesuaian pertukaran mata uang asing.
Metode pembelian digunakan untuk menghitung bisnis gabungan.Goodwill merupakan kelebihan harga pembelian terhadap nilai sekarang asset bersih yang didapatkan. Hal tersebut tidak diamortisasi, tetapi merupakan subjek untuk melakukan pengujian penurunan nilai.
Akuntansi tingkat harga umum telah digunakan di Meksiko. Harga perolehan dari aset non moneter disajikan ulang dalam peso terhadap kekuatan pembelian saat ini dengan menggunakan faktor yang diturunkan dari National Consumer Price Index (NCPI). Komponen atas ekuitas saham juga disajikan ulang menggunakan NCPI. Keuntungan atas kerugian yang didapatkan karena menahan aset moneter dan utang dimasukkan sebagai pendapatan periode berjalan, akan tetapi pengaruh penyajian ulang tersebut adalah pada ekuitas pemegang saham. Aset berwujud akan didepresiasi berdasarkan masa manfaat/kegunaannya. Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya (biasanya tidak lebih dari 20 tahun) kecuali manfaatnya tidak terbatas.
Biaya penelitian dibebankan saat terjadinya, sementara biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat kemungkinan teknologi hadir. Sewa guna usaha termasuk ke dalam financial lease atau operational lease. Pembiayaan sewa mereka yang mentransfer seluruh keuangan dari risiko kepemilikan aset adalah dikapitalisasi, sementara pinjaman dari sewa operasional akan muncul sebagai biaya pada laporan laba rugi. Kerugian bersyarat diakuiketika mungkin terjadi dan dapat diukur. Cadangan tak terduga tidak dapat diterima oleh GAAP Meksiko. Pajak tangguhan disediakan dengan menggunakan metode kewajiban. Biaya pensiun pegawai, premi pegawai senior, serta biaya PHK akan dicadangkan ketika berdasarkan perhitungan/kalkulasi dari aktuaria. Cadangan yang berhak dibuat dengan mengalokasikan 5 persen pemasukan tiap tahun hingga cadangan setara dengan 20 persen dari nilai modal saham yang beredar.
3.      Jepang
Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestic dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilam perusahaan Jepang. Kini, efek dari IASB telah terasa dan pada tahun 2001 terjadi perubahan yang besar dengan adanya pembentukan organisasi pengaturan strandardisasi akuntansi sektor swasta.
Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestic dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hokum pajak penghasilan perusahaan di Jepang memiliki pengaruh lebih lanjut juga. Pada paruh pertama abad ke- 20, pemikiran akuntansi mencerminkan pengaruh Jerman; pada paruh kedua, ide- ide dari AS yang berpengaruh. Akhir- akhir ini, pengaruh Badan Standart Akuntansi Internasional mulai dirasakan dan pada tahun 2001 perubahan besar terjadi dengan pembentukan organisasi sector swasta sebagai pembuat standar akuntansi.
Perusahaan – perusahaan Jepang saling memiliki ekuitas saham satu sama lain, dan sering kali bersama- sama memiliki perusahaan lain. Investasi yang saling bertautan ini menghasilkan konglomerasi industri yang meraksasa yang disebut sebagai keiretsu.
Modal usaha keiretsu ini sedang dalam perubahan seiring dengan reformasi structural yang dilakukan Jepang untuk mengatasi stagnasi ekonomi yang berawal pada tahun 1990- an. Krisis keuangan yang mengikuti pecahnya ekonomi gelembung Jepang juga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh atas pelaporan keuangan Jepang. Jelas terlihat bahwa banyak praktik akuntansi menyembunyikan betapa buruknya perusahaan jepang. Suatu perubahan besar dalam akuntansi diumumkan pada akhir tahun 1990- an untuk membuat kesehatan ekonomi perusahaan- perusahaan Jepang menjadi semakin transparan dan membawa Jepang lebih dekat dengan standar internasional.
a.       Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (companuy low), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law). Ketiga badan hukum tersebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang disebut sebagai “sistem legal triangular”. 
Undang-undang perusahaan diatur oleh Ministry of Justice (MOJ). Dikembangkan dari hokum komersial Jerman, peraturan ini diundang-undangkan pada tahun 1890, tetapi tidak diimplementasikan hingga 1899. Proteksi pemegang saham dan kreditor merupakan prinsip dasar, dengan kepercayaan yang tinggi pada patokan harga perolehan. Pengungkapan pada kelayakan kredit dan kemungkinan untuk mendapatkan untung karena distribusi dividen menjadi hal yang diutamakan. Semua perusahaan yang didirikan berdasarkan undang-undang perusahaan diwajibkan untuk memenuhi ketentuan akuntansi.
Berdasarkan Undang-undang perusahaan, laporan keuangan serta jadwal yang mendukung para perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya oleh auditor yang berwenang. Baik auditor berwenang atau independen, keduanya harus mengaudit perusahaan yang besar. Auditor yang berwenang tidak memerlukan kualifikasi professional dan ditugasi oleh perusahaan secara penuh. Auditor yang berwenang biasanya fokus pada manajerial direktur dan baik bekerja sesuai dengan kewenangannya atau tidak. Auditor independen melibatkan oleh akuntan publik bersertifikat (certified public accountants­­-CPAs).
Japanese Institute of Certified Public Accountants (JICPA) merupakan organisasi professional dari Pas di Jepang. Seluruh CPAs harus termasuk kedalam JICPA. Sebagai tambahan untuk memberikan panduan mengenai pelaksanaan audit. JICPA mengeluarkan panduan mengenai permasalahan akuntans, seta menyediakan input bagi ASBJ dalam mengembangkan standardisasi akuntansi. Standardisasi proses audit yang berlaku umum dikeluarkan oleh BAC daripada JICPA. Certified Public Accountant and Auditing Oversight Board dibentuk pada tahun 2003. Agensi pemerintahan, didesain untuk mengawasi dan mengontrol auditor serta meningkatkan kualitas audit di Jepang. Hal ini dicantumkan dalam FSA pada tahun 2004.
b.      Laporan keuangan
Perusahaan yang bergabung dibawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat para pemegang saham, yaitu isinya antara lain:
1. Neraca
2. Laporan laba rugi
3. Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
4. Laporam bisnis
5. Jadwal terkait.
Catatan yang melengkapi neraca dan laporan laba rugi menggambarkan kebijakan akuntansi dan menyediakan tambahan lain, seperti pada Negara-negara lain. Laporan bisnis berisikan ringkasan system bisnis dan pengendalian internal mereka, serta informasi mengenai operasional, posisi keuangan, dan hasil operasional. Beberapa jadwal pendukung juga dibutuhkan, tetapi terpisah dari catatan, yaitu:
·      Perubahan pada obligasi dan utang jangka pendek dan panjang
·      Perubahan pada aktiva tetap dan akumulasi penyusutan
·      Asset yang dijaminkan
·      Jaminan utang
·      Perubahan pencadangan
·      Jumlah dari dan untuk pemegang saham
·      Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan serta jumlah saham anak perusahaan
·      Penerimaan dari anak perusahaan
·      Transaksi dengan direktur, auditor berwenang, pemegang saham dan pihak ketiga yang menghasilkan konflik kepentingan
·      Pembayaran gaji kepada direktur dan auditor berwenang
Informasi tersebut disiapkan untuk satu tahun pada dasar induk perusahaan dan diaudit oleh auditor yang berwenang. Undang-undang perusahaan tidak membutuhkan laporan arus kas atau dana.
Perusahaan yang terdaftar juga harus mempersiapkan laporan keuangan berdasarkan undang-undang pertukaran dan sekuritas, yang secara umum membutuhkan dasar laporan yang sama seperti undang-undang peusahaan ditambah laporan arus kas dan dana. Perkiraan arus kas untuk enam bulan ke depan juga dimasukkan sebagai informasi tambahan dalam dokumen bersama FSA. Informasi perkiraan lainnya juga dilaporkan, seperti perkiraan investasi modal baru dan tingkat produksi serta aktivitas. Secara keseluruhan, jumlah laporan perkiraan perusahaan di Jepang cukup ekstensif. Bagaimanapun, informasi ini dilaporkan dalam dokumen berwenang dan jarang muncul pada laporan tahunan para pemegang saham.
c.       Patokan Akuntansi
Undang-undang perusahaan membutuhkan perusahaan besar untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan. Sebagai tambahan, perusahaan yang terdaftar harus mempersiapkan laporan keuangan gabungan di bawah undang-undang pertukaran sekuritas. Akun perusahaan pribadi merupakan dasar bagi laporan gabungan, dan prinsip akuntansi yang sama normalnya digunakan pada kedua tingkatan. Metode pooling of interest (penyatuan saham) untuk bisnis gabungan digunakan pada situasi tertentu saja di mana tidak ada perusahaan yang mengontrol perusahaan lainnya. Sebaliknya, bisnis gabungan dihitung karena pembelian. Goodwill dihitung dengan dasar harga pasar aset bersih yang didapatkan dan diamortisasi lebih dari 20 tahun atau kurang serta subjek terhadap tes penurunan nilai. Metode ekuitas digunkan untuk investasi dalam perusahaan afiliasi ketika perusahaan induk memberikan pengaruh signifikan daripada kebijakan operasional dan finansial. Metode ekuitas juga digunkan untuk menghitung proyek gabungan, gabungan yang profesional tidak diperbolehkan. Dibawah standar stimulasi mata uang, aset dan kewajiban dari anak perusahaan asing dihitung dengan tingkat kurs saat itu (akhir tahun), pendapatan dan beban dalam rata-rata, serta penyesuaian pertukaran mata uang asing berada dalam ekuitas pemegang saham.
Persediaan yang harus dihitung apakah cocok dengan biaya atau lebih rendah atau nilai keuntungan bersih. FIFO, LIFO, serta metode biaya rata-rata semuanya menerima metode cost flow (arus biaya), dengan rata-rata yang paling populer. Investasi dalam saham dinilai pada harga pasar. Aset tetap dinilai pada biaya dan didepresiasi yang berkenaan dengan hukum perpajakan. Metode declining balance (saldo menurun) merupakan metode depresiasi paling umum. Aset bersih juga diuji dengan penurunan nilai.
Biaya penelitian dan pengembangan juga dibebankan saat terjadinya. Kontrak sewa yang memindahkan kepemilikan terhadap penyewa dikapitalisasi. Sewa menyewa keuangan lainnya mungkin kapitalisasi atau dianggap sebagai kontrak operasional. Pajak tangguhan dipersiapan untuk perubahan sepanjang waktu dengan menggunkan metode kewajiban. Kerugian bersyarat dipersiapkan hingga terbuka kemungkinan dan dapat diperkirakan. Dibutuhkan cadangan: setiap tahun perusahaan harus mengalokasikan dejumlah minimal 10 persen kas dividen dan bonus yang dibayarkan pada direktur dan auditor berwang hingga cadangan mencapi 25 persen dari saham.
4.      Cina
Akuntansi di Cina memiliki sejarah yang panjang. Berfungsi dalam peran pemeliharaan yang bisa terkuak mulai abad 2200 SM. Selama dinasti Hsiu, dan dokumen-dokumennya menunjukkan bahwa akuntansi telah digunakan untuk mengukur kekayaan dan membandingkan pencapaian diantara pejabat kerajaan dan pangeran dinasti Xia (2000-1500 SM). Confucius muda (551-479 SM) dulunya adalah seorang manajer gudang dan tulisan-tulisannya menyebutkan bawa pekerjaannya meliputi pembukuan-mencatat resep dan pembiayaan saat itu. Diantara aharan-ajaran Confucius merupakan suatu kewajiban untuk mengumpulkan bukti-bukti sejarah dan catatan pembukuan sebagai bagian dari sejarah.
Perekonomian Cina saat ini paling tepat disebut sebagai perekonomian Hibrid (Campuran), di mana negara mengendalikan komoditas dan industri yang strategis, sementara industri lain serta sektor komersial dan swasta, diatur oleh sistem yang berorientasi kepada pasar. Dengan adanya reformasi ekonomi di mana mencakup privatisasi, termasuk pengalihan perusahaan milik negara menjadi perusahaan perseroan yang mengeluarkan saham, aturan akuntansi yang baru telah dikembangkan bagi perusahan-perusahaan yang baru diprivatisasikan dan perusahaan-perusahaan independent dengan kewajiban terbatas, serta badan usaha milik asing seperti perusahaan patungan gabungan.
a.       Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE), sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domestic dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina dengan praktik Internasional. ASBE adalah peristiwa penting dalam pergerakan pasar ekonomi Cina. Sebelum ASBE, Cina menggunakan lebih dari 40 regulasi sistem akuntansi yang berbeda, bermacam-macam industry dan tipe kepemilikan. Walaupun masing-masing dari semua ini bisa dinamakan sebagai seragam, secara keseluruhan mereka menciptakan kegiatan yang tidak konsisten. Dengan demikian, slah satu motif dibuatnya ASBE adalah untuk menyeragamkan praktik akuntansi domestik. Selain itu, praktik yang ada tidak cocok dengan praktik internasional dan tidak sesuai dengan orientasi ekonomi pasar. Menyeragamkan akuntansi Cina dengan praktik Internasional dijalankan untuk menghapus hambatan dalam berkomunikasi dengan investor asing dan membantu menyesuaikan dengan kebutuhan ekonomi yang sedang dalam masa perubahan.
Komite Standar Akuntansi Cina (The China Standards Comittrr—CASC) telah didirikan pada tahun 1998 sebagai lembaga berwenang di dalam departemen keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi. Proses penentuan standar meliputi penentuan penelitian yang diburuhkan untuk kekuatan tugas, dikeluarkannya draf penerangan, dan rapat dengar umum. Anggota CASC adalah para ahgli yang ditarik dari akademi, lembaga akuntansi, pemerintah, asosiasi akuntansi professional, dan kelompok penting lainnya yang berhubungan dengan pengembangan akuntansi di Cina. Setelah terbentuknya, VASV mulai mengeluarkan stadar dari topic tentang laporan arus kas, penataan kembali utang, pendapatan, transaksi nonmoneter, kejadian bersyarat, dan sewa. Semua standar ini dimaksudkan untuk memusatkan standar akuntansi Cina dengan Inetrnasinal Financial Reporting Standards (IFRS). Pada akhirnya, pada tahun 2006, se3buah susunan baru ASBE telahv dikeluarkan dengan pendekatan Big Bang mengenai konvergensi.
b.      Pelaporan Keuangan
Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan. Laporan Keuangan terdiri atas:
a.    Neraca
b.    Laporan laba rugi
c.    Laporan arus kas
d.   Laporan perubahan ekuitas
e.    Catatan
Laporan tambahan dibutuhkan untuk pengungkapan penurunan nilai asset, perubahan pada struktur modal, apropriasi laba, dan bisnis, dan segmen geografis. Catatan mencakup sebuah laporan kebijakan akuntansi. Ketika diterapkan, mereka membahas masalah tersebut sebagai suatu kwajiban bersyarat, peristiwa setelah tanggal neraca, dan transaksi dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Laporan keuangan harus digabungkan, bersifat perbandingan, di Cina  dan diungkapkan dengan mata uang Cina, Renminbi. Laporan keuangan tahunan harus diaudit oleh CPA Cina. Perusahaan yang terdaftar harus menilai pengendalian internal mereka dan terlibat dengan auditor dari luar guna mengevaluasi pengendalian dan pendapat atas laporan penilaian diri. Neraca triwulan, laporan laba, dan catatan dibutuhkan untuk semua perusahaan yang terdaftar.
c.       Patokan Akuntansi
Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian. Goodwill adalah perbedaan antara biaya dan harga pasar asset dan kewajiban yang diakuisisi. Perbedaan ini diuji untuk tes penurunan tahunan. Metode ekuitas digunakan bagi investasi dalam rekanan, semua hal menyangkut dengan investee memiliki pengaruh yang signifikan. Metode ekuitas juga digunakan untuk menghitung usaha gabungan(joint ventures). Semua cabang tergabung dan di bawah kendali induk perusahaan. Laporan keuangan untuk cabang perusahaan di luar negeri dialihbahasakan berdasarkan lingkungan ekonomi utama di mana perusahaan ini beroperasi. Jika lingkungan lokal (luar negeri), neraca dialihbahasakan pada nilai tukar akhir tahun, laporan laba rugi dikonversikan pada nilai tukar rata-rata tahunan, dan konversi yang berbeda juga ditunjukkan pada ekuitas. Jika berada di lingkungan induk perusahaan, poin-poin moneter diterjemahkan pada nilai tukar akhir tahun, poin non-moneter diterjemahkan pada nilai tukar yang sesuai dengan tanggal transaksi, dan pendapatan serta beban diterjemahkan pada nilai tanggal transaksi (atau periode nilai rata-rata pasti). Perbedaan konversi juga terjadi pada laba.
5.      India
Dari tahun 1947 sampai akhir 1970-an, ekonomi India digolongkan dengan bergaya program sosial pemerintah terpusat dan industry pengganti barang impor. Produksi ekonomi telah berubah dari pertanian, kehutanan, perikanan, dan manufaktur tekstil dengan beragam industry berat dan transportasi. Akan tetapi, kurangnya persaingan berakibat pada rendahnya kualitas produk dan inefisiensi dalam produksi. Menghadapi krisis ekonomi, pemerintah mulai melaksanakan ekonomi terbuka pada tahun 1991. Reformasi ekonomi pasar diadopsi sejak saat itu, termasuk privatisasi industri pemerintah, pembebasan investasi asing dan rezim bursa, pengurangan tarif dan hambatan  perdagangan lainnya, perubahan dan modernisasi sector keuangan, penyesuaian kekuasaan pemerintah secara signifikan dan kebijikan fiscal, serta penjagaan hak intelektual. Akan tetapi, sebagian besar industry berat masih dimiliki pemerintah, dan tariff tinggi serta membatasi investasi asing langsung masih terjadi, sector jasa telah terbukti menjadi sector india yang paling dinamis pada saat itu, dimana telekomunikasi dan teknologi informasi memiliki pertumbuhan yang pesat. Kebanyakan pengamat sepakat bahwa perubahan lebih jauh dan investasi modal tambahan dalam infrastruktur lebih dibutuhkan supaya india menjadi pemain ekonomi terpandang.
a.       Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Akta perusahaan 1956 diatur dan diperbarui oleh agen pemerintah, Departemen Urusan Perusahaan, akta tersebut menyediakan cara kerja yang luas yang disebut kitab akuntansi dan persyaratan untuk sebuah audit. Menurut akta, kitab akuntansi
1.      Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan
2.      Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan sistem akuntansi pencatatan ganda.
Akta ini mewajibkan neraca yang telah diaudit dan akun laba-rugi telah ditandatangani oleh jajaran direktur. Laporan tambahan direktur harus memuat status urusan perusahaan, ketetapan materinya, rekomendasi dividen, dan informasi penting lainnya guna memahami sifat bisnis perusahaan dan anak perusahaan.
The Institute of Character Accountants of India yang didirikan pada tahun 1949 mengatur izin profesi akuntansi adan bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi dan proses audit. Anggota lembaga akuntansi dikenal seperti akuntan terdaftar dan institute yang dikelola oleh organisasi profesinal lain, seperti lembaga auditor, didirikan di Madras tahun 1927. Institute menentukan persyaratan untuk menjadi akuntansi resmi, mengadakan ujian, dan pelatihan untuk para kandidat, mengeluarkan sertifikat praktik dan disiplin professional anggota untuk tindakan amoral dan perilaku pelanggaran etika.
b.      Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri atas neraca dua tahun, laporan laba rugi, laporan arus kas dan kebijakan akuntansi dan catatan. Perusahaan yangtidak terdaftar hanya perlu menyiapkan laporan intinya saja, akan tetapi bagi perusahaan yang terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan intinya saja. Laporan keuangan harus menyajikan pandangan yang adil dan benar, namun tidak tidak ada penolakan kebenaran dan keadilan selama mereka di Britania Raya.
c.       Pengukuran Akuntansi
Anak perusahaan digabungkan ketika induk perusahaan memiliki saham lebih dari setengah kemampuan voting atau mengontrol pengaturan komposisi dewan direktur. Anak perusahaan mungkin dikesampingkan dari penggabungan jika kendali hanya sementara atau jika pembatasan jangka panjang untuk kemampuan anak perusahaan dalam mentransfer dana kepada induk perusahaan. Tidak ada standar pembukuan untuk penggabungan usaha, tetapi kebanyakan dari mereka dihitung sebagai pembelian. Akan tetapi, metode penyatuan bunga digunakan bagi perusahaan merger (disebut amalgamations). Goodwill berbeda di antara perhitungan yang ada dan hasil jumlah asset dan utang yang diperoleh. Penggabungan yang proporsional digunakan untuk kesatuan kendali gabungan (usaha gabungan/joint venture). Metode ekuitas digunakan pada akun afiliasi-terhadap entitas yang memiliki pengaruh yang signifikan namun bukan kendali.
Sumber:

·         Frederick D.S Choi, Gary K. Meek, International Accounting, Buku 1 Edisi 6, Penerbit: Salemba Empat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar