1.
Arti sistem perekonomian
Menurut Lani Sidharta (1995: 9), “Sistem adalah
himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama
mencapai tujuan-tujuan yang sama”. Sistem perekonomian adalah
sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya
adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor
produksinya.
2. Perkembangan sistem perekonomian
a) Sistem perekonomian pasar (liberalis/kapitalis)
Pada sistem ekonomi pasar, keputusan yang menyangkut alokasi
sumber daya dilakukan bukanberdasarkan arahan yang terpusat, melainkan
merupakan hasil dari sejumlah keputusan-keputusan independen yang dibuat oleh
produsen dan konsumen secara individu. Sistem ekonomi pasar sering juga disebut
sebagai price systems, karena
perangkat utama yang berperan mengkoordinasikan proses pengambilan
keputusan-keputusan ekonomi di dalam sistem ini adalah harga.
- Kelebihan sistem ekonomi pasar:
1. Kebebasan memilih
alat produksi dan modal
2. Kebebasan berusaha,
memilih pekerjaan, dan menentukan konsumsi.
3. Terdapat persaingan
di antara pengusaha untuk memaksimalkan keuntungan.
-
Kelemahan sistem
ekonomi pasar:
1. Terjadi persaingan
yang tidak sehat.
2. Timbul distribusi
pendapatan dan kekayaan yang sangat tidak merata.
3. Timbul
eksternalitas atau dampak imbasan seperti pencemaran lingkungan karena kegiatan
yang dilakukan pabrik yang dapat merugikan pihak lain.
b) Sistem perekonomian perencanaan
Sistem ekonomi sosialis adalah suatu
sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh
suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi
terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada
yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan. Sistem Sosialis ( Socialist
Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila
berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu
atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan
kepemilikan sosial.
-
Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis
1. Pemilikan
harta oleh negara
2. Kesamaan
ekonomi
3. Disiplin
Politik
-
Ciri-ciri
Ekonomi Sosialis:
1. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
2. Peran pemerintah sangat kuat
3. Sifat
manusia ditentukan oleh pola produksi
c) Sistem ekonomi campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan sistem organisasi ekonomi
yang ditandai dengan keikutsertaan pemerintah dalam hal penentuan cara-cara
mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat. Di dalam setiap
perekonomian, sejauh mana kadar penerapan dari masing-masing sistem ekonomi
generik tersebut bervariasi antara satu sektor dengan sektor lainnya.
d) Perbedaan berbagai macam sistem ekonomi yang ada
·
Sistem ekonomi tradisional:semua
kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi dilakukan sesuai dengan kebiasaan (tradisi).
Tekonologi produksi sangat sederhana dan produktivitas sangat rendah.
·
Sistem ekonomi komando: pada jumlah dan
jenis barang yang harus diproduksi ditentukan oleh pemerintah. Peerintah mengatur
dan merncanakan alternatif penggunaan faktor produksi yang terbatas.
·
Sistem ekonomi pasar: jenis dan jumlah produksi alat pemuas
kebutuhan, bagaimana pendistribusianya, dan untuk siapa alat pemuas kebutuhan
tersebut ditujukan, semuanya ditentukan oleh mekanisme pasar.
·
Sistem ekonomi campuran: keikutsertaan
pemerintah dalam hal penentuan mengatasi masalah-masalah ekonomi tidak sampai
menghapuskan sama sekali kegiatan-kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pihak
swasta.
3. Sistem
perekonomian Indonesia
a. Perkembangan
sistem ekonomi sebelum orde baru
Sejak berdirinya negara RI, sudah
banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu yang telah merumuskan bentuk
perekonomian yang tepat bagi Indonesia, baik secara individual maupun diskusi
kelompok. Seperti Bung Hatta, semasa hidupnya beliau mencetuskan ide, bahwa
dasar perekonomian Indonesia yang sesuai cita-cita tolong menolong adalah
koperasi namun bukan berarti senua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara
koperasi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi
koperasi. Demikian juga dengan tokoh ekonomi pada saat itu, Sumitro
Djojohadikusumo, dalam pidatonya di amerika tahun 1949, menegaskan bahwa yang
dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran. Menurut UUD 1945, sistem
perekonomian Indonesia tercantum dalam pasal 23,27,33,& 34. Demokrasi
ekonomi dipiih karena memiliki ciri-ciri positif yang diantaranya adalah
(Suroso,1993):
a. Perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b. Cabang-cabang
produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak yang
dikuasi oleh negara.
c. Bumi, air
dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan sebear-besarnya untuk kemakmuran rakyat
d. Pengawasan
terhadap kebijakanaan serta sumber-sumber kekuatan dan keuangan negara
digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
e. Warga
negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta
mempunyai hak akan pekerjaan dan kehidupan yang layak.
f. Hak milik
perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan
kepentingan masyarakat.
Keadaan ekonomi Indonesia antara
tahun 1950 sampai tagun 1965-an ebenarnya telah diisi oleh beberapa program dan
rencana ekonomi pemerintah. Diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Program
Banteng tahun 1950 yang bertujuan untuk membantu penguaha pribumi
2. Program/
Sumitro Plan tahun 1951
3. Rencana
Pembangunan lima Tahun Pertama tahun 1955-1960
4. Rencana
Delapan Tahun
b. Sistem
perekonomian Indonesia berdasarkan demokrasi ekonomi
Sistem
ekonomi yang dianut Indonesia disebut sistem ekonomi Pancasila, atau disebut
juga demokrasi ekonomi, yang memilki sejumlah dasar hukum dan ciri khas. Dasar hukum
dari penerapan demokrasi ekonomi di Indonesia adalah dari Pasal 33 UUD 1945.
·
Ciri-ciri negatif demokrasi ekonomi yang
perlu dihindari:
1. sistem free fight liberalism yang
menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya
telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan struktural posisi indonesia
dalam ekonomi dunia.
2.
Sistem etatisme dimana negara
beserta aparatur ekonomi bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi
dan daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
3.
Pemusatan kekuatan ekonomi pada
suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.
c. Perkembangan sistem ekonomi Indonesia setelah
Orde Baru
Setelah orde baru mulai
dilaksanakannya sistem ekonomi yang diinginkan oleh rakyat Indonesia setelah
begitu sulit melalui masa penuh tantangan. Dan pada akhirnya para wakil rakyat
sepakat kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai yang tercantum pada
UUD 1945. Kegiatan ekonomi selanjutnya didasarkan pada acuan sistem demokrasi
ekonomi dan sistem ekonomi pancasila. Di lakuakan serangkaian rehabilitasi pada
awal orde baru yang ditujukan untuk :
1. Membersihkan
segala aspek kehidupan dari sisa faham dan sistem perekonomian yang lama.
2. Menurunkan
dana mengendalikan laju inflasi yang saat itu sangat tinggi.
·
Referensi
-
http://kinanzahirah.wordpress.com/2012/05/23/perbedaan-sistem-ekonomi-sosialis-kapitalis-dan-islam/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar