1. Manajemen
1.1 Pengertian dan peranan manajemen
·
Pengertian
Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan
mengatur". Menurut George R. Terry, manajemen adalag proses yang
khas yang terdri dari tindakan-tindakan planning,organizing,actuating
dan controlling. Dimana pada masing-masing bidang digunakan baik ilmu
pengetahuan maupun keahlian dan yang di ikuti secara berurutan dalam ragka
usaha mencapai sasaran yang telah ditetapkan semula.
·
Peranan manajeman
Menurut
Hentry Mintzberg(1988) ,konsep peranan manajemen (manager roles) adalah:
1. Interpersonal roles:
berdasarkan status dan kewenangan yang dimilikinya, manajer harus melakukan
interaksi dengan sumber daya manusia lainnya di dalam organisasi.
2. Informational roles:
status dan wewenang formal yang dimiliki seorang manajer memungkinkan manajer
untuk memperoleh informas yang lebih luas, karena adanya bawahan yang harus
melaporkan berbagai perkembangan perusahaan.
3. Decisional roles:
informasi yang dimiliki manajer akan memiliki nilai guna apabila informasi
tersebut digunakkan pada saat manajer mengambil keputusan.
2.1 Latar belakang
sejarah manajemen
Tahun 1776, Adam
Smith menerbitkan sebuah doktrin
ekonomi klasik, The Wealth of
Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan
diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu
perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan
menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa
dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti
dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika
setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah
sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith
menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1)
meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu
yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan
lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang
memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris.
Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga
manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah
menuju tempat khusus yang disebut "pabrik." Perpindahan ini
mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu
mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku,
memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan
lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
3.1 Fungsi dan proses manajemen
1. George R.Terry
·
Perencanaan (Planning)
·
Pengorganisasian (Organizing)
·
Penggerakan (Actuating)
·
Pengawasan (Controlling).
2. Henry Fayol
·
Perencanaan (Planning)
·
Pengorganisasian (Organizing)
·
Memerintah (commanding)
·
Mengkoordinir (Coordinating)
·
Pegawasan (Controlling)
Fungsi
fungsi manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar dan paling penting:
1. Merencanakan:
1. Merencanakan:
Fungsi ini mencakup
menetapkan sasaran, menetapkan strateji, dan menyusun rencana untuk memadukan
dan mengkoordinasikan sejumlah kegiatan untuk mencapai sasaran.
2.
Mengorganisasi:
Fungsi ini mencakup menentukan apa yang perlu dilakukan, bagaimana cara melakukan, dan siapa yang harus melakukan, dan siapa melapor kepada siapa.
Fungsi ini mencakup menentukan apa yang perlu dilakukan, bagaimana cara melakukan, dan siapa yang harus melakukan, dan siapa melapor kepada siapa.
3.
Memimpin:
Tugas manajemen adalah bekerja dan melalui orang lain, fungsinya adalah mengarahkan dan memotivasi, mempengaruhi dan individu atau tim untuk bekerja, memilih saluran komunikasi yang efektif atau menyelesaikan konflik
Tugas manajemen adalah bekerja dan melalui orang lain, fungsinya adalah mengarahkan dan memotivasi, mempengaruhi dan individu atau tim untuk bekerja, memilih saluran komunikasi yang efektif atau menyelesaikan konflik
4.
Mengendalikan:
Fungsi ini untuk menjamin sesuatu berjalan sebagaimana mestinya dengan memantau dan menilai kinerja dengan membandingkan kinerja aktual dengan sasaran yang yang telah ditetapkan.
Fungsi ini untuk menjamin sesuatu berjalan sebagaimana mestinya dengan memantau dan menilai kinerja dengan membandingkan kinerja aktual dengan sasaran yang yang telah ditetapkan.
4.1 Ciri-ciri
manajer profesional
·
Berkaitan dengan Hubungan antar Pribadi
a. Pemimpin Lambang
(Figurehead):Kepala Simbolis ; diperlukan untuk menjalankan sejumlah kewajiban
rutin yang bersifat legal dan sosial.
b. Pemimpin (Leader): Bertanggung
jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan bawahan ; bertanggung jawab untuk
mengisi posisi yang kosong (staffing), melatih dan tugas-tugas yang terkait.
c. Penghubung (Liaison):
Memelihara suatu jaringan kontak luar yang berkembang sendiri yang memberikan dukungan dan
informasi.
·
Berkaitan dengan Informasi
a. Pemantau (Monitor): Sebagai
pusat saraf informasi internal dan eksternal tentang organisasi.
b. Penyebar
(Dissiminator): Meneruskan informasi yang diterima dari orang luar atau dari
bawahan kepada anggota organisasi.
c. Jurubicara
(Spokesperson): Meneruskan informasi kepada orang luar mengenai rencana, kebijakan,
tindakan dan hasil organisasi.
·
Berkaitan dengan Pengambilan Keputusan
a. Wirausaha
(Entrepreneur): Mencari kesempatan dalam organisasi dan lingkungannya serta
memprakarsai “proyek-proyek perbaikkan” untuk menimbulkan perubahan.
b. Pengendali Gangguan (Disturbance Handler): Bertanggung jawab atas tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan mendadak dan penting.
b. Pengendali Gangguan (Disturbance Handler): Bertanggung jawab atas tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan mendadak dan penting.
c. Pengalokasi Sumber
Daya (Resource Allocator) Bertanggung jawab terhadap alokasi segala sumber daya
organisasi.
d. Perunding
(Negotiator) Mewakili organisasi pada perundingan-perundingan utama.
5.1 Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
·
Keahlian konseptual (conceptual skill): kemampuan untuk
melihat organisasi secara keseluruhan dan berkaitan di antara bagian-bagiannya.
Keahlian konseptual melibatkan pemikiran manajer,pengolahan informasi dan
kemampuan perencanaan.
·
Keahlian manusia (human skill): kemampuan yang dimiliki para manajer untuk dapat
bekerja dengan baik bersama orang lain, baik sebagai perorangan atau kelompok. Untuk
mengejar tujuan secara umum,manajer harus mampu menjalin kerjasama dengan manajer
lainnnya dan departemen yang berbeda.
·
Keahlian teknis (technical skill): merupakan pemahaman dan kefasihan dalam melakukan
tugas tertentu. Keahlian teknis mencakup penguasaan metode,teknik dan peralatan
yang digunakan dalam fungsu tertentu (manufactur,keuangan).
2. Organisasi
1.2 Definisi organisasi
Menurut Boone dan Katz
organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk
mencapai tujuan. Organisasi mencakup 3 elemen pokok :
a. Interaksi manusia
b. Kegiatan yang
mengarah pada tujuan
c. Struktur organisasi
itu sendiri
Sedangkan perilaku
organisasi adalah suatu bidang studi yang meyelidiki dampak perorangan
,kelompok , dan struktur pada perilaku dalam organisai dengan maksud menerapan
pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.
2.2 Pentingnya menganal organisasi
Dengan adanya
organisasi, kita dilatih untuk menjalin kerja sama dengan orang lain yang
memiliki tujuan yang sama. Selain itu organisasi juga untuk memperluas jaringan
, baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan, karena sesuai dengan sifat
manusia sebagai makhluk sosial, kita sebagai manusia tidak dapat melakukan
semua hal secara individu.
3.2 Bentuk-bentuk organisasi
·
Organisasi Lini suatu
bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan
dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan
yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing
dihubungkan dengan garis wewenang atau komando.
·
Organisasi lini dan
staff: Merupakan kombinasi dari
organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas
pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan,
bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.
·
Organisasi fungsional:
Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus
dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian
yang sungguh-sungguh.
·
Organisasi lini
dan fungsional: Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi
dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu
dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada
pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil
tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau
tingkatan.
·
Organisasi fungsional,
lini, dan staff: Organisasi ini merupakan
perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.
4.2 Prinsip-prinsip organisasi
Menurut A.M.
Williams dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration”
(1965), prinsip-prinsip organisasi meliputi :
1) Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas,
2) Prinsip Skala Hirarkhi,
3) Prinsip Kesatuan Perintah,
4) Prinsip Pendelegasian Wewenang,
5) Prinsip Pertanggungjawaban,
6) Prinsip Pembagian Pekerjaan,
7) Prinsip Rentang Pengendalian,
8) Prinsip Fungsional,
9) Prinsip Pemisahan,
10) Prinsip Keseimbangan,
11) Prinsip Fleksibilitas,
12) Prinsip Kepemimpinan.
1) Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas,
2) Prinsip Skala Hirarkhi,
3) Prinsip Kesatuan Perintah,
4) Prinsip Pendelegasian Wewenang,
5) Prinsip Pertanggungjawaban,
6) Prinsip Pembagian Pekerjaan,
7) Prinsip Rentang Pengendalian,
8) Prinsip Fungsional,
9) Prinsip Pemisahan,
10) Prinsip Keseimbangan,
11) Prinsip Fleksibilitas,
12) Prinsip Kepemimpinan.
5.2
Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
Sumber daya organisasi tidak
akan memberikan kontribusi yang optimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan
seandainya sumberdaya organisasi tersebut tidak dikoordinasikan oleh suatu
kegiatan manajemen yang memungkinkan perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan
secara efektif dan efisien. Kegiatan manajemen dibutuhkan pada berbagai jenjang
organisasi, mulai dari manajemen puncak sampai pada pelaksana manajemen paling
bawah. Manajemen diperlukan baik dalam organisasi yang berorientasi mencari
profit ataunon profit. Jadi, hanya melalui keiatan manajemen ,sebuah perusahan
dapat memanfaatkan seluruh sumber daya organisasinya untuk mencapai tujuan
secara efektif dan efisien.
6.2 Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
Keberhasilan dan
kegagalan dalam berorganisasi dilihat dari sistem kerja sama orang-orang yang
berada di organsiasi tersebut. Serta manajemen yang dilakukan dalam organisasi
tersebut. Sifat setiap individu yang berbeda membuat individu sebagai anggota
organisasi harus dapat menerima perbedaan dan tidak memiliki sifat egois.
Referensi
·
Pandji Anoraga, SE,MM, Janti
Soegiastuti, SE, Pengantar Bisnis Modern,PT. Pustaka Dunia Jaya Jakarta, 1996.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar