Selasa, 06 November 2012

Manajemen dan Organisasi


1. Manajemen
            1.1  Pengertian dan peranan manajemen
·         Pengertian
Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur". Menurut George R. Terry, manajemen adalag proses yang khas yang terdri dari tindakan-tindakan planning,organizing,actuating dan controlling. Dimana pada masing-masing bidang digunakan baik ilmu pengetahuan maupun keahlian dan yang di ikuti secara berurutan dalam ragka usaha mencapai sasaran yang telah ditetapkan semula.
·         Peranan manajeman
Menurut Hentry Mintzberg(1988) ,konsep peranan manajemen (manager roles) adalah:
1.      Interpersonal roles: berdasarkan status dan kewenangan yang dimilikinya, manajer harus melakukan interaksi dengan sumber daya manusia lainnya di dalam organisasi.
2.      Informational roles: status dan wewenang formal yang dimiliki seorang manajer memungkinkan manajer untuk memperoleh informas yang lebih luas, karena adanya bawahan yang harus melaporkan berbagai perkembangan perusahaan.
3.      Decisional roles: informasi yang dimiliki manajer akan memiliki nilai guna apabila informasi tersebut digunakkan pada saat manajer mengambil keputusan.
2.1 Latar belakang sejarah manajemen
 Tahun 1776, Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut "pabrik." Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
            3.1 Fungsi dan proses manajemen
1.  George R.Terry
·         Perencanaan (Planning)
·         Pengorganisasian (Organizing)
·         Penggerakan (Actuating)
·         Pengawasan (Controlling).
2.  Henry Fayol
·         Perencanaan (Planning)
·         Pengorganisasian (Organizing)
·         Memerintah (commanding)
·         Mengkoordinir (Coordinating)
·         Pegawasan (Controlling)
Fungsi fungsi manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar dan paling penting:

1. Merencanakan:
Fungsi ini mencakup menetapkan sasaran, menetapkan strateji, dan menyusun rencana untuk memadukan dan mengkoordinasikan sejumlah kegiatan untuk mencapai sasaran.
2. Mengorganisasi:
Fungsi ini mencakup menentukan apa yang perlu dilakukan, bagaimana cara melakukan, dan siapa yang harus melakukan, dan siapa melapor kepada siapa.
3. Memimpin:
Tugas manajemen adalah bekerja dan melalui orang lain, fungsinya adalah mengarahkan dan memotivasi, mempengaruhi dan individu atau tim untuk bekerja, memilih saluran komunikasi yang efektif atau menyelesaikan konflik
4. Mengendalikan:
Fungsi ini untuk menjamin sesuatu berjalan sebagaimana mestinya dengan memantau dan menilai kinerja dengan membandingkan kinerja aktual dengan sasaran yang yang telah ditetapkan.
                4.1  Ciri-ciri manajer profesional
·         Berkaitan dengan Hubungan antar Pribadi
a. Pemimpin Lambang (Figurehead):Kepala Simbolis ; diperlukan untuk menjalankan sejumlah kewajiban rutin yang bersifat legal dan sosial.
b. Pemimpin (Leader): Bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengaktifkan bawahan ; bertanggung jawab untuk mengisi posisi yang kosong (staffing), melatih dan tugas-tugas yang terkait.
c. Penghubung (Liaison): Memelihara suatu jaringan kontak luar yang  berkembang sendiri yang memberikan dukungan dan informasi.
·         Berkaitan dengan Informasi
a. Pemantau (Monitor): Sebagai pusat saraf informasi internal dan eksternal tentang organisasi.
b. Penyebar (Dissiminator): Meneruskan informasi yang diterima dari orang luar atau dari bawahan kepada anggota organisasi.
c. Jurubicara (Spokesperson): Meneruskan informasi kepada orang luar mengenai rencana, kebijakan, tindakan dan hasil organisasi.
·         Berkaitan dengan Pengambilan Keputusan
a. Wirausaha (Entrepreneur): Mencari kesempatan dalam organisasi dan lingkungannya serta memprakarsai “proyek-proyek perbaikkan” untuk menimbulkan perubahan.

b. Pengendali Gangguan (Disturbance Handler): Bertanggung jawab atas tindakan korektif bila organisasi menghadapi gangguan mendadak dan penting.
c. Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator) Bertanggung jawab terhadap alokasi segala sumber daya organisasi.
d. Perunding (Negotiator) Mewakili organisasi pada perundingan-perundingan utama.

5.1  Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
·         Keahlian konseptual (conceptual skill): kemampuan untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan berkaitan di antara bagian-bagiannya. Keahlian konseptual melibatkan pemikiran manajer,pengolahan informasi dan kemampuan perencanaan.
·         Keahlian manusia (human skill): kemampuan yang dimiliki para manajer untuk dapat bekerja dengan baik bersama orang lain, baik sebagai perorangan atau kelompok. Untuk mengejar tujuan secara umum,manajer harus mampu menjalin kerjasama dengan manajer lainnnya dan departemen yang berbeda.
·         Keahlian teknis (technical skill): merupakan pemahaman dan kefasihan dalam melakukan tugas tertentu. Keahlian teknis mencakup penguasaan metode,teknik dan peralatan yang digunakan dalam fungsu tertentu (manufactur,keuangan).
2. Organisasi
            1.2  Definisi organisasi
Menurut Boone dan Katz organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Organisasi mencakup 3 elemen pokok :
a. Interaksi manusia
b. Kegiatan yang mengarah pada tujuan
c. Struktur organisasi itu sendiri
Sedangkan perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang meyelidiki dampak perorangan ,kelompok , dan struktur pada perilaku dalam organisai dengan maksud menerapan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.
            2.2  Pentingnya menganal organisasi
Dengan adanya organisasi, kita dilatih untuk menjalin kerja sama dengan orang lain yang memiliki tujuan yang sama. Selain itu organisasi juga untuk memperluas jaringan , baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan, karena sesuai dengan sifat manusia sebagai makhluk sosial, kita sebagai manusia tidak dapat melakukan semua hal secara individu.
            3.2  Bentuk-bentuk organisasi
·         Organisasi Lini suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando.
·         Organisasi lini dan staff: Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.
·         Organisasi fungsional: Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
·         Organisasi lini dan fungsional: Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
·         Organisasi fungsional, lini, dan staff: Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.
4.2  Prinsip-prinsip organisasi
Menurut A.M. Williams dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965), prinsip-prinsip organisasi meliputi : 

1) Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas, 

2) Prinsip Skala Hirarkhi, 

3) Prinsip Kesatuan Perintah, 

4) Prinsip Pendelegasian Wewenang, 

5) Prinsip Pertanggungjawaban, 

6) Prinsip Pembagian Pekerjaan, 

7) Prinsip Rentang Pengendalian, 

8) Prinsip Fungsional, 

9) Prinsip Pemisahan, 

10) Prinsip Keseimbangan, 

11) Prinsip Fleksibilitas, 

12) Prinsip Kepemimpinan. 
            5.2  Ketrampilan manajemen yang dibutuhkan
Sumber daya organisasi tidak akan memberikan kontribusi yang optimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan seandainya sumberdaya organisasi tersebut tidak dikoordinasikan oleh suatu kegiatan manajemen yang memungkinkan perusahaan mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien. Kegiatan manajemen dibutuhkan pada berbagai jenjang organisasi, mulai dari manajemen puncak sampai pada pelaksana manajemen paling bawah. Manajemen diperlukan baik dalam organisasi yang berorientasi mencari profit ataunon profit. Jadi, hanya melalui keiatan manajemen ,sebuah perusahan dapat memanfaatkan seluruh sumber daya organisasinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
6.2  Sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi
Keberhasilan dan kegagalan dalam berorganisasi dilihat dari sistem kerja sama orang-orang yang berada di organsiasi tersebut. Serta manajemen yang dilakukan dalam organisasi tersebut. Sifat setiap individu yang berbeda membuat individu sebagai anggota organisasi harus dapat menerima perbedaan dan tidak memiliki sifat egois.







Referensi
·         Pandji Anoraga, SE,MM, Janti Soegiastuti, SE, Pengantar Bisnis Modern,PT. Pustaka Dunia Jaya Jakarta, 1996.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar