Senin, 31 Desember 2012

Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis


1.      Benturan dengan kepentingan masyarakat
Etika mempengaruhi perilaku pribadi dilingkungan kerja. Akan tetapi, tanggung jawab sosial (social responsibility) berkaitan dengan cara suatu bisnis bertindak terhadap kelompok dan pribadi lainnya dalam lingkungan sosialnya. Tanggung jawab sosial merupakan usaha suatu bisnis menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya, yang meliputi konsumen, bisnis lain, karyawan dan investor. Namun, proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan ). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan ( besar, menengah dengan perusahaan ). Benturan ini terjadi kerap kali karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara, air, limbah, suara bahkan mental kejiwaan )
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social
Dalam menunaikan tanggung jawab social, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
·         Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung-rugi usaha
·         Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanism pebisnis yang melibatkan rasa,karsa,karya yang ikut mendorong diciptakanya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manejemen terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian mutu terpadu dengan gugus kendali mutunya merupakan contoh penerapan manejemen yang berorientasi hubungan kemanusian.

2.      Dorongan tanggung jawab sosial
-     Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan
Penerapan akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar secara rinci, manfaat tersebut adalah :
·         moral kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja
·         Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipasif.
·         Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyaman kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
·         Peningkatan mutu produksi yang diadakan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
·         Kepercayaan konsumen yang meningkatkan dan merupakan dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.

3.      Etika bisnis
Etika bisnis adalah perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh seorang manajer atau majikan suatu organisasi. Karena didasarkan pada konsep sosial da keyakinan perorangan, maka etika dapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, dari satu situasi  ke situasi lainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya. Dengan demikian, tanpa melanggar standar umum suatu budaya, individu dapat mengembangkan kode etik pribadi yang mencerminkan beragam sikap dan keyakinan. Jadi, apa yang membentuk perilaku etis dan tidak etis sebagian ditentukan oleh perseorangan dan sebagian lagi oleh budaya. Terdapat empat norma etis (ethical norms):
§  Kegunaan (utility): apakah suatu tindakan tertentu mengoptimalkan apayang terbaik bagi mereka yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut?
§  Hak (rights): apakah hal itu menghargai hak-hak orang yang terlibat?
§  Keadilan (justice): apakah konsisten dengan apa yang kita anggap adil?
§  Kepedulian (caring): apakah konsisten dengan tanggung jawab masing-masing pihak kepada pihak yang lainnya?
-     Hubungan antara bisnis
·         Hubungan antara bisnis dengan konsumen: banyaknya perhatian tanggung jawab bisnis kepada konsumen saat ini dapat ditelusuri dari peningkatan konsumerisme, yaitu bentuk aktivitas sosial yang ditujukan untuk melindungi hak-hak konsumen dalam persetujuan (jual beli) dengan bisnis. Tanggung jawab sosial terhaadap konsumen pada umumnya terbagi atas dua kategori, sebagai berikut: menyediakan produk-produk berkualitas dan menetapkan harga secara adil.
·         Hubungan dengan karyawan: bisnis yang bertanggung jawab dalam hubungan yang terkait dengan oerlakuan yang baik majikan terhadap pekerjanya, akan menganggap pekerja sebagai bagian dari tim, dan menghormati harga diri dan kebutuhan dasar manusiawi mereka.
·         Hubungan antar bisnis: merupakan pemberian informasi hubungan yang terjadi diantara perusahhan, baik perusahaan kolega,pesaing,penyalur,grosir maupun distributornya.
·         Hubungan dengan investor: untuk mempertahankan sikap mental tanggung jawab sosial terhadap investor, para manajer harus mengikuti prosedur akuntansi yang pantas, memberikan informasi yang tepat kepada pihak pemercaya mengenai kinerja keuangan, dan mengelola oragnisasi itu untuk melindungi hak-hak dan investasi para pemegang saham. Mereka harus akurat dan terus terang dalam menilai pertumbuhan dan profitabilitas masa depan serta bahkan menghindari ketidak-layakan tindakan dalam bidang-bidang yang peka seperti insider triding, manipulasi harga saham dan menyembunyikan data keuangan.
·         Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan: Hubungan dengan lembaga keuangan, terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Pelaksanaan tanggung jawab social merupakan penerapan dan pelaksanaan kepedulian bisnis terhadap lingkungan serta mengikuti etika bisnis. 
4.      Bentuk-bentuk tanggung jawab sosial suatu bisnis
·         Pelaksanaan hubungan industrial pancasila ( HIP )
Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.
·         Analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL )
Penanganan limbah industry sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasi lingkungan serta mengendalikan polusi, baik polusi udara, polusi air serta polusi tanah.
·         Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )
Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman,masker pelindung maupun pakaian khusus lainya.
·         Perkebunan inti rakyat ( PIR )
System perkebunan yang melibatkan besar milik Negara dan kecil milik masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil di sekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
·         System baoak anak-anak angkat
System ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat penguysaha kecil/menengah mitra kerja yang harus mereka bina terkadang hal ini menyebabkan masalah kepada pengusaha oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yinggi dalam pelaksannanya.

Refrensi
·         Ricky W.Griffin, Ronald J.Ebert, Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke 6)
·         http://my154n.wordpress.com/2009/12/30/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar