Jumat, 14 Desember 2012

Manajemen Sumber Daya Manusia


Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Menurut Mary Parker Follett ,manajemen sumber daya manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-oranglain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
1.      Macam-macam Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaiu:
·         Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan. Untuk itu, tenaga manusia sangatlah diperlukan dalam pekerjaan apapun.
·         Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Dengan adanya kemampuan berpikir, manusia dapat melaksanakan pekerjaan dan memiliki ide-ide yang dapat dilakukannya.
            Dalam perencanaan sumber daya manusia ,perlu memerhatikan tiga hal, yaitu:
·         Analisa pekerjaan
Analisa pekerjaan adalah suatu analisa sistematis terhadap pekerjaan-pekerjaan di dalam suatu organisasi. Analisa pekerjaan terdiri atas dua bagian:
Ø  Deskripsi pekerjaan (job description): merincikan ugas-tugas suatu pekerjaan, lingkungan kerja, serta alat, bahan, danperlegkapan yang digunakan dalam melakukan pekerjaan tersebut.
Ø  Spesifikasi pekerjaan (job specification): merincikan keterampilan, kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut.
·         Meramalkan permnitaan dan penawaran SDM
Peramalan penawaran tenaga kerja terdiri dari dua tugas:
Ø  Meramalkan penawaran internal (internal supply): jumlah dan jenis karyawan yang akan berada di perusahaan pada satu waktu tertentu di masa mendatang.
Ø  Meramalkan penawaran eksternal (external supply): jumlah dan jenis orang yang akan tersedia bagi proses rekrutmen dari pasar tenaga kerja mana pun.
·         Menyeseuaikan penawaran dan permintaan SDM
Setelah membandingkan permintaan mendatang dan penawaran internal, manajer dapat membuat rencana untuk mengelola kekurangan atau surplus staf yang telah di prediksikan. Apabila organisasi harus melakukan rekrutmen, prediksi penawaran tenaga kerja eksternal dapat membantu manajer merencanakan cara merekrut sesuai dengan ketersediaan atau kelangkaan jenis orang yang diperlukan di pasar tenaga kerja.

Ketika  para manajer telah memutuskan bahwa karyawan baru diperlukan, mereka kemudian mengalihkan perhatian mereka untuk merekrut dan mempekerjakan bauran orang-orang yang tepat. Penyusunan staf dalam organisasi merupakan salah satu tugas yang paling rumit dan penting dalam manajemen SDM yang baik. Dalam penyusuan staf, dilakukan hal-hal berikut:



·         Rekrutmen SDM
Rekrutmen adalah proses menarik orang-orang yang emenuhi persyaratan untuk mengajukan lamaran kepada perkerjaan yang belum terisi. Rekrutmen terdiri atas:
1. rekrutmen internal: mempertimbangkan karayawan yang ada sebaai kandidat atas lowongan pekerjaan yang ada.
2. rekrutmen eksternal: melibatkan usaha menarik orang-orang dari luar organisasi untuk melamar lowongan pekerjaan.
·         Menyeleksi SDM
Tujuan dari proses seleksi adalah untuk mengumpulkan informasi yang akan memeperkirakan tingkat keberhasilan kerja para pelamar dan kemudan mempekerjakan kandidat yang dianggap berpeluang paling berhasil. Proses penentuan nilai prediktif atas informasi disebut validasi (validation). Dalam proses seleksi SDM, dilakukan berbagai hal seperti:
1. Fromulir aplikasi: formulir aplikasi merupakan metode yang efisien untuk mengumpulkan informasi mengenai pengalaman kerja para pelamar,latar belakang pendidikan dan sebagainya.
2. Tes: tes keammpuan, keterampilan, sikap biasanya menjadi alat prediksi terbaik terhadap keberhasilan pekerjaan.
3. Wawancara: validitas wawancara dapat ditingkatkan degan cara melatih para pewawancara untuk sadar akan danya potensi bias dan dengan cara meningkatkan struktur wawancara.
2.      Perkembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kerangka kerja untuk membantu karyawan mengembangkan pengetahuan mereka pribadi dan organisasi keterampilan, dan kemampuan. Dalam proses mengembangkan SDM, prosesnya dimulai dengan proses orientasi dan kemudian meningkat ke pemilihan berbagai macam metode dan teknik pelatihan terbaik.
·         Orientasi karyawan baru
Orientasi adalah proses memperkenalkan karyawan baru kepada organisasi sehingga mereka dapat lebih cepat menjadi kontributor yang efektif. Program orientasi yang efektif akan membantu para pendatang baru merasa menjadi bagian dari tim,dengan segera memperkenalkan mereka dengan rekan-rekan kerja dan karaywan baru lainnya, serta dengan cara yang berbeda mempermudah masa transisi dari orang luar menjadi orang dalam.
·         Teknik dan metode pelatihan dan pengembangan
a)      Program atas dasar pekerjaan
Merupakan teknik pelatihan yang menghubungkan aktivitas pelatihan dan pengembangan langsung kepada kinerja tugas-tugas. Program atas dasar pekerjaan terdiri dari beberapa metode,yaitu:
Ø  Pelatihan pada saat bekerja (on the job training) : program pelatihan atas dasra pekerjaan,kadangkala informal, sewaktu seorang karyawan berada dalam situasi kerja sesungguhnya.
Ø  Vpelatihan kokpit (vestibule training): pelatihan atas dasra pekerjaan yang dilaksanakan dalam lingkungan simulasi jauh dari lokasi kerjanya.
Ø  Rotasi dan transfer kerja otomatis(systematic job rotations and transfers): pelatihan atas dasar pekerjaan yang memindahkan karyawan secara sistematis dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain sehingga mereka dapat mempelajari berbagai macam tugas dan keterampilan.
b)      Program atas dasar instruksional
Merupakan oekatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan informasi baru. Program yang sering digunakan yakitu:
Ø  Pendekatan kuliah atau diskusi (lecture or discussion approach): pelatihan atas dasar instruksional yang menyajikan pengetahuan dan informasi secara deskriptif.
Ø  Instruksi dengan bantuan komputer (computer-assisted instruction): pelatihan atas dasar instruksional yng menyajikan pengetahuan dan informasi melalui komputer
3.      Pemanfaatan sumber tenaga kerja dan kompensasi
Kompensasi adalah serangkaian penghargaan yang diberikan oleh suatu organisasi kepada karyawannya sebagai imbalan atas keinginan mereka melakukan berbagai pekerjaan dan tugas. Kompensasi termasuk sejumlah elemen yang berbeda meliputi gaji pokok, insentif, bonus tunjangan dan hadiah-hadiah lain. Program kompensasi karyawan dirancang :
1. Menarik karyawan yang berpenampilan menarik kedalam organisasi.
2. Memotifasi karyawan mencapai prestasi unggul.
3. Mencapai masa dinas yang panjang
4.      Hubungan perburuhan
Hubungan Perburuhan adalah hubungan antara unsur – unsur dalam produksi yaitu buruh, pengusaha dan pemerintah, yang didasarkan pada nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila, inti dari pola hubungan perburuhan Pancasila adalah bahwa setiap perselisihan perburuhan yang terjadi harus diupayakan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.Untuk mencapai tujuan tersebut, ada tiga asas yang digunakan yaitu :
1.Asas Partner in Production: Dimana buruh dan pengusaha mempunyai kepentingan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan buruh mampu meningkatkan hasil usaha/ produksi.

2.Asas Partner in Profit: Hasil yang dicapai perusahaan itu seharusnya bukan untuk dinikmati oleh pengusaha saja, tetapi harus dinikmati oleh buruh yang turut serta dalam mencapai hasil produksi tersebut.

3.Asas Partner in Responsibility: Dimana buruh dan pengusaha memiliki tanggung jawab untuk bersama – sama meningkatakan hasil produksi.

Untuk mengeoperasikan Hubungan Perburuhan Pancasila tersebut, telah ditetapkan berbagai sarana yaitu :
•Lembaga Bipartite / Tripartite
•Kesepakatan Kerja Bersama (Perjanjian Perburuhan)
•Peradilan Perburuhan
•Peraturan Perundang – undangan Perburuhan
•Masalah khusus yang harus diperhatikan yaitu masalah upah dan masalah
pemogokan.
5.      Mengapa para pekerja mendirikan serikat kerja?
Berdasarkan Undang- Undang 1945 pasal 4 menyebutkan bahwa tujuan didirikannya serikat buruh ialah untukmemberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan keluarganya.  Tujuan didirikannya serikat buruh ialah untuk:
1.      Melindungi dan membela hak dan kepentingan pekerja
2.      Memperbaiki kondisi – kondisi dan syarat – syarat kerja melalui perjanjian kerja bersama dengan manajemen/pengusaha
3.      Melindungi dan membela pekerja beserta keluarganya akan keadaan sosial dimana mereka mengalami kondisi sakit, kehilangan dantanpa kerja (PHK).
4.      Mengupayakan agar manajemen/pengusaha mendengarkan dan mempertimbangkan suara atau pendapat serikat pekerja sebelum membuat keputusan.
6.      Perserikatan saat ini
Tipe serikat karyawan adalah:
a. Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya keterampilan yang sama seperti tukang kayu.
b. Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini terdiri dari pekerja yang tidak berketerampilan maupun dalam perusahaan atau industry tertentu .
c. Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil , tidak terampil dan setengah terampil dari suatu local tertentu tidak memandang dari industry mana.
  1. Hukum-hukum yang mengatur hubungan antar tenaga kerja dengan manajer
Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :
a. Closed Shop Agreement: Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan).
b. Union shop Agreement Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
c. Open Shop Agreement Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja
  1. Bagaimana serikat pekerja diorganisasi dan disahkan?
Berdasarkan UU No 21 Tahun 2000 maka dapat diuraikan unsur-unsur Serikat pekerja/serikat buruh adalah sebagai berikut :
·         Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi;
·         Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan;
·         Serikat pekerja/serikat buruh bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab;
·         Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

Referensi
·         Ricky W.Griffin, Ronald J.Ebert, Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke 6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar