Sumber
daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang
mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam
menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan
berkelanjutan. Sebagai ilmu, SDM dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia atau (MSDM). Menurut Mary
Parker Follett ,manajemen
sumber daya manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi
melalui pengaturan orang-oranglain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang
diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu
sendiri.
1. Macam-macam
Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dibagi menjadi
dua, yaiu:
·
Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan
energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai
bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan,
perhutanan, dan peternakan. Untuk
itu, tenaga manusia sangatlah diperlukan dalam pekerjaan apapun.
·
Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan
berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama
bagi kebudayaan. Dengan adanya kemampuan berpikir, manusia dapat
melaksanakan pekerjaan dan memiliki ide-ide yang dapat dilakukannya.
Dalam
perencanaan sumber daya manusia ,perlu memerhatikan tiga hal, yaitu:
·
Analisa pekerjaan
Analisa
pekerjaan adalah suatu analisa sistematis terhadap pekerjaan-pekerjaan di dalam
suatu organisasi. Analisa pekerjaan terdiri atas dua bagian:
Ø Deskripsi
pekerjaan (job description): merincikan
ugas-tugas suatu pekerjaan, lingkungan kerja, serta alat, bahan, danperlegkapan
yang digunakan dalam melakukan pekerjaan tersebut.
Ø Spesifikasi
pekerjaan (job specification):
merincikan keterampilan, kemampuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk
melakukan pekerjaan tersebut.
·
Meramalkan permnitaan dan penawaran SDM
Peramalan
penawaran tenaga kerja terdiri dari dua tugas:
Ø Meramalkan
penawaran internal (internal supply):
jumlah dan jenis karyawan yang akan berada di perusahaan pada satu waktu
tertentu di masa mendatang.
Ø Meramalkan
penawaran eksternal (external supply):
jumlah dan jenis orang yang akan tersedia bagi proses rekrutmen dari pasar
tenaga kerja mana pun.
·
Menyeseuaikan penawaran dan permintaan
SDM
Setelah
membandingkan permintaan mendatang dan penawaran internal, manajer dapat
membuat rencana untuk mengelola kekurangan atau surplus staf yang telah di
prediksikan. Apabila organisasi harus melakukan rekrutmen, prediksi penawaran
tenaga kerja eksternal dapat membantu manajer merencanakan cara merekrut sesuai
dengan ketersediaan atau kelangkaan jenis orang yang diperlukan di pasar tenaga
kerja.
Ketika
para manajer telah memutuskan bahwa
karyawan baru diperlukan, mereka kemudian mengalihkan perhatian mereka untuk
merekrut dan mempekerjakan bauran orang-orang yang tepat. Penyusunan staf dalam
organisasi merupakan salah satu tugas yang paling rumit dan penting dalam
manajemen SDM yang baik. Dalam penyusuan staf, dilakukan hal-hal berikut:
·
Rekrutmen SDM
Rekrutmen
adalah proses menarik orang-orang yang emenuhi persyaratan untuk mengajukan
lamaran kepada perkerjaan yang belum terisi. Rekrutmen terdiri atas:
1.
rekrutmen internal: mempertimbangkan karayawan yang ada sebaai kandidat atas
lowongan pekerjaan yang ada.
2.
rekrutmen eksternal: melibatkan usaha menarik orang-orang dari luar organisasi
untuk melamar lowongan pekerjaan.
·
Menyeleksi SDM
Tujuan
dari proses seleksi adalah untuk mengumpulkan informasi yang akan
memeperkirakan tingkat keberhasilan kerja para pelamar dan kemudan
mempekerjakan kandidat yang dianggap berpeluang paling berhasil. Proses penentuan
nilai prediktif atas informasi disebut validasi (validation). Dalam proses seleksi SDM, dilakukan berbagai hal seperti:
1.
Fromulir aplikasi: formulir aplikasi merupakan metode yang efisien untuk
mengumpulkan informasi mengenai pengalaman kerja para pelamar,latar belakang
pendidikan dan sebagainya.
2.
Tes: tes keammpuan, keterampilan, sikap biasanya menjadi alat prediksi terbaik
terhadap keberhasilan pekerjaan.
3.
Wawancara: validitas wawancara dapat ditingkatkan degan cara melatih para pewawancara
untuk sadar akan danya potensi bias dan dengan cara meningkatkan struktur
wawancara.
2. Perkembangan
Sumber Daya Manusia
Pengembangan Sumber Daya Manusia
(SDM) adalah kerangka kerja untuk membantu karyawan mengembangkan pengetahuan
mereka pribadi dan organisasi keterampilan, dan kemampuan. Dalam proses
mengembangkan SDM, prosesnya dimulai dengan proses orientasi dan kemudian
meningkat ke pemilihan berbagai macam metode dan teknik pelatihan terbaik.
·
Orientasi karyawan baru
Orientasi
adalah proses memperkenalkan karyawan baru kepada organisasi sehingga mereka
dapat lebih cepat menjadi kontributor yang efektif. Program orientasi yang
efektif akan membantu para pendatang baru merasa menjadi bagian dari tim,dengan
segera memperkenalkan mereka dengan rekan-rekan kerja dan karaywan baru
lainnya, serta dengan cara yang berbeda mempermudah masa transisi dari orang
luar menjadi orang dalam.
·
Teknik dan metode pelatihan dan
pengembangan
a) Program
atas dasar pekerjaan
Merupakan
teknik pelatihan yang menghubungkan aktivitas pelatihan dan pengembangan
langsung kepada kinerja tugas-tugas. Program atas dasar pekerjaan terdiri dari
beberapa metode,yaitu:
Ø Pelatihan
pada saat bekerja (on the job training)
: program pelatihan atas dasra pekerjaan,kadangkala informal, sewaktu seorang
karyawan berada dalam situasi kerja sesungguhnya.
Ø Vpelatihan
kokpit (vestibule training):
pelatihan atas dasra pekerjaan yang dilaksanakan dalam lingkungan simulasi jauh
dari lokasi kerjanya.
Ø Rotasi
dan transfer kerja otomatis(systematic
job rotations and transfers): pelatihan atas dasar pekerjaan yang
memindahkan karyawan secara sistematis dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain
sehingga mereka dapat mempelajari berbagai macam tugas dan keterampilan.
b) Program
atas dasar instruksional
Merupakan
oekatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan informasi baru. Program
yang sering digunakan yakitu:
Ø Pendekatan
kuliah atau diskusi (lecture or
discussion approach): pelatihan atas dasar instruksional yang menyajikan
pengetahuan dan informasi secara deskriptif.
Ø Instruksi
dengan bantuan komputer (computer-assisted
instruction): pelatihan atas dasar instruksional yng menyajikan pengetahuan
dan informasi melalui komputer
3. Pemanfaatan
sumber tenaga kerja dan kompensasi
Kompensasi adalah serangkaian
penghargaan yang diberikan oleh suatu organisasi kepada karyawannya sebagai
imbalan atas keinginan mereka melakukan berbagai pekerjaan dan tugas. Kompensasi
termasuk sejumlah elemen yang berbeda meliputi gaji pokok, insentif, bonus
tunjangan dan hadiah-hadiah lain. Program kompensasi karyawan dirancang :
1. Menarik karyawan yang
berpenampilan menarik kedalam organisasi.
2.
Memotifasi karyawan mencapai prestasi unggul.
3. Mencapai masa dinas yang
panjang
4.
Hubungan perburuhan
Hubungan Perburuhan adalah hubungan
antara unsur – unsur dalam produksi yaitu buruh, pengusaha dan pemerintah, yang
didasarkan pada nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila, inti dari pola
hubungan perburuhan Pancasila adalah bahwa setiap perselisihan perburuhan yang
terjadi harus diupayakan diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.Untuk
mencapai tujuan tersebut, ada tiga asas yang digunakan yaitu :
1.Asas Partner in Production: Dimana
buruh dan pengusaha mempunyai kepentingan yang sama untuk meningkatkan
kesejahteraan buruh mampu meningkatkan hasil usaha/ produksi.
2.Asas Partner in Profit: Hasil yang dicapai perusahaan itu
seharusnya bukan untuk dinikmati oleh pengusaha saja, tetapi harus dinikmati
oleh buruh yang turut serta dalam mencapai hasil produksi tersebut.
3.Asas Partner in Responsibility: Dimana buruh dan pengusaha
memiliki tanggung jawab untuk bersama – sama meningkatakan hasil produksi.
Untuk mengeoperasikan Hubungan Perburuhan Pancasila tersebut,
telah ditetapkan berbagai sarana yaitu :
•Lembaga Bipartite /
Tripartite
•Kesepakatan Kerja Bersama
(Perjanjian Perburuhan)
•Peradilan Perburuhan
•Peraturan
Perundang – undangan Perburuhan
•Masalah khusus yang harus diperhatikan yaitu masalah upah
dan masalah
pemogokan.
5.
Mengapa para pekerja mendirikan serikat kerja?
Berdasarkan Undang- Undang 1945 pasal 4 menyebutkan
bahwa tujuan didirikannya serikat buruh ialah untukmemberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta
meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/buruh dan keluarganya. Tujuan didirikannya serikat buruh
ialah untuk:
1. Melindungi dan membela hak dan
kepentingan pekerja
2. Memperbaiki kondisi – kondisi dan
syarat – syarat kerja melalui perjanjian kerja bersama dengan
manajemen/pengusaha
3. Melindungi dan membela pekerja
beserta keluarganya akan keadaan sosial dimana mereka mengalami kondisi sakit,
kehilangan dantanpa kerja (PHK).
4. Mengupayakan agar
manajemen/pengusaha mendengarkan dan mempertimbangkan suara atau pendapat
serikat pekerja sebelum membuat keputusan.
6. Perserikatan saat ini
Tipe serikat karyawan adalah:
a. Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya
keterampilan yang sama seperti tukang kayu.
b. Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini
terdiri dari pekerja yang tidak berketerampilan maupun dalam perusahaan atau
industry tertentu .
c. Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil , tidak terampil dan setengah
terampil dari suatu local tertentu tidak memandang dari industry mana.
- Hukum-hukum
yang mengatur hubungan antar tenaga kerja dengan manajer
Ada tiga
perjanjian kerja bersama, yaitu :
a. Closed Shop
Agreement: Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota
serikat (persatuan).
b. Union shop
Agreement Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk
periode waktu terentu
c. Open Shop
Agreement Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat
kerja
- Bagaimana
serikat pekerja diorganisasi dan disahkan?
Berdasarkan UU No 21 Tahun 2000 maka
dapat diuraikan unsur-unsur Serikat pekerja/serikat buruh adalah sebagai
berikut :
·
Serikat
pekerja/serikat buruh adalah organisasi;
·
Serikat
pekerja/serikat buruh dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di
perusahaan maupun di luar perusahaan;
·
Serikat
pekerja/serikat buruh bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan
bertanggung jawab;
·
Serikat
pekerja/serikat buruh dibentuk guna memperjuangkan, membela serta melindungi
hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan
pekerja/buruh dan keluarganya.
Referensi
·
Ricky W.Griffin, Ronald J.Ebert,
Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke 6)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar