Sabtu, 29 Desember 2012

Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan


1.      Keuangan perusahaan
Keuangan perusahaan merupakan kegiatan yang terkait dengan penetapan investasi perusahaan dalam jangka panjang, memperoleh dana untuk membayarnya, melaksanakan kegiatan keuangan perusahaan setiap hari dan menggelola keuangan perusahaan. Kegiatan bisnis yang dikenal dengan keuangan korporasi ini umumnya memerlukan empat tanggung jawab:
·         Menentukan investasi jangka panjang perusahaan
·         Mendapatkan dana untuk membayar investasi tersebut
·         Melaksanakan kegiatan keuangan harian perusahaan tersebut
·         Membantu mengelola risiko yang diambil perusahaan
Manajer keuangan lah yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengendalian akuisisi serta penyebaran sumber-sumber keuangan suatu perusahaan. Tanggung jawab manajer keuangan dibagi menjadi tiga kategori umum, yaitu:
·         Manajemen arus kas: manajemen arus keluar masuk kas untuk memastikan bahwa ada dana yang cukup buat pembelian-pembelian serta untuk menggunakan kelebihan dana secara produktif
·         Pengendalian keuangan: proses pemeriksaan kinerja yang sebenarnya terhadap rencana untuk menjamin terjadinya hasil keuangan yang diinginkan.
·         Perencanaan keuangan: strategi perusahaan untuk mencapai posisi keuangan tertentu di masa mendatang.

2.      Estimasi penjulan
Estimasi penjualan merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Anggaran penjualan harus memperlihatkan total penjualan dalam nilai. Hal ini dapat dianalisis seterusnya menurut produk daaerah,pelanggan dan juga berdasarka pola musim penjualan yang diharapkan. Anggaran harus disusun oleh manajer penjualan yang mendapat dari para wiraniaga dan menggunakan teknik peramalan statistik diangkat dari riset pasar.

3.      Estimasi produksi
Anggaran produksi adalah suatu penjelasan tentang keluaran yang dihitung berdasarkan volume produk dan umumnya dinyatakan dalam jam standar. Dalam hal ini dipertimbangkan anggaran penjualan, kapasitas pabrik, apakah persediaan perlu ditingkatkan atau diturunkan dan pembelian dari luar. Anggaran produksi disiapkan oleh manajer pabrik berkoordinasi dan bekerja sama dengan akuntan, insinyur produksi, insinyur pengkajian dan personel pentng lainnya.

4.      Estimasi pembelian bahan langsung
Estimatis pembelian bahan langsung adalah pembelian barang secara langsung, baik berupa langsung maupun sistem online. Produsen harus bisa membeli bahan dengan harga yg terjangkau agar proses produksi bisa berjalan dengan efisien. Bagian ini harus disusun oleh kepala pembelian dalam pertemuannya dengan manajer produksi. Dengan menggunakan anggara penjualan dan produksi, dapat ditentukan kebutuhan bahan mentah dan barang stengah jadi, dari periode ke periode, guna memenuhi kebutuhan keluarannya dan akan dievaluasi dalam bentuk biaya tunai.

5.      Estimasi pemakaian bahan langsung
Estimasi pemakaian bahan langsung adalah pemakaian bahan yang bisa langsung di gunakan tanpa memerlukan proses terlebih dahulu, atau barang yang sudah di beli bisa langsung di pakai atau di gunakan.

6.      Upah langsung
Upah langsung adalah upah yang diberikan langsung kepada karyawan melalui manajer atau atasan itu sendiri.

7.      Estimasi beban fabrikase
Merupakan estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikase. Diperlukan anggaran untuk ini karena setiap proses produksi pasti memmerlukan alat/mesin yang digunakan untuk mengolah bahan baku. Dan setiap mesin tersebut mempunyai masa berlaku/nilai penyusutan.

8.      Estimasi harga pokok penjualan
Merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Dengan mengetahui hpp sutu produk perusahaan dapat memperkirakan laba yang akan diperoleh.

9.      Estimasi beban penjualan
estimasi beban penjualan adalah estimasi yang timbul karena beban yang terkait dengan kegiatan menghasilkan penjualan. Beban penjualan akan mempengaruhi jumlah penjualan bersih dalam suatu produksi.

10.  Estimasi beban administrasi
Merupakan beban yang timbul karena proses menghasilkan pendapatan penjualan yang dikurangkan dari laba kotor dalam laporan laba-rugi.

11.  Estimasi laba-rugi
Komponen pertama anggaran induk adalah ikhtisar laba-rugi yang dianggarkan.  Anggaran ini mengikhtisarkan pengaruh semuadata relevan yang terkandung dalam anggaran tambahan departemen operasi dan jasa, serta penjualan, pembelian,personel dan modal (depresiasi, penerimaan penjualan barang bekas).

12.  Estimasi kas
Komponen kedua dari anggaran induk adalah anggaran kas yang sangat kritis mengingat kemungkinan adanya kendala sehingga mengakibatkan adanya kas yang tidak memuaskan atas suatu ekspansi bisnis yang dibutuhkan dan kerena berakibat pula atas akseptabilitas anggaran induk sendiri secara keseluruhan. Dalam hal ini, pengawas keuangan harus menetapkan penjadawalan waktu, biasanya bulanan atas produksi, penjualan, pembelian aset tetap dan seterusnya serta kemudian menetapkan pengaruh atas sisa kas. Alasan penggunaan anggaran ini adalah untuk menentukan secara periodik apakah tambahan kas dibutuhkan atau adakah surplus kas tersedia bagi investasi jangka pendek.



Refrensi:
·         Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso & Paul D. Kimmel, “Accounting Principle/pengantar akuntansi”, Salemba Empat, Jakarta, 2007
·         Ricky W.Griffin, Ronald J.Ebert, Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke 6)
·          Philip A Vale, J. Financial Management Handbook ,( PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia Anggota IKAPI,Jakarta, 1989,Third Edition)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar