1. Keuangan
perusahaan
Keuangan perusahaan merupakan
kegiatan yang terkait dengan penetapan investasi perusahaan dalam jangka
panjang, memperoleh dana untuk membayarnya, melaksanakan kegiatan keuangan
perusahaan setiap hari dan menggelola keuangan perusahaan. Kegiatan bisnis yang
dikenal dengan keuangan korporasi ini umumnya memerlukan empat tanggung jawab:
·
Menentukan investasi jangka panjang
perusahaan
·
Mendapatkan dana untuk membayar
investasi tersebut
·
Melaksanakan kegiatan keuangan harian
perusahaan tersebut
·
Membantu mengelola risiko yang diambil
perusahaan
Manajer keuangan lah
yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengendalian akuisisi serta
penyebaran sumber-sumber keuangan suatu perusahaan. Tanggung jawab manajer
keuangan dibagi menjadi tiga kategori umum, yaitu:
·
Manajemen arus kas: manajemen arus
keluar masuk kas untuk memastikan bahwa ada dana yang cukup buat
pembelian-pembelian serta untuk menggunakan kelebihan dana secara produktif
·
Pengendalian keuangan: proses
pemeriksaan kinerja yang sebenarnya terhadap rencana untuk menjamin terjadinya
hasil keuangan yang diinginkan.
·
Perencanaan keuangan: strategi
perusahaan untuk mencapai posisi keuangan tertentu di masa mendatang.
2. Estimasi
penjulan
Estimasi penjualan merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu
perusahaan. Anggaran penjualan harus memperlihatkan total penjualan dalam
nilai. Hal ini dapat dianalisis seterusnya menurut produk daaerah,pelanggan dan
juga berdasarka pola musim penjualan yang diharapkan. Anggaran harus disusun
oleh manajer penjualan yang mendapat dari para wiraniaga dan menggunakan teknik
peramalan statistik diangkat dari riset pasar.
3. Estimasi
produksi
Anggaran produksi adalah suatu
penjelasan tentang keluaran yang dihitung berdasarkan volume produk dan umumnya
dinyatakan dalam jam standar. Dalam hal ini dipertimbangkan anggaran penjualan,
kapasitas pabrik, apakah persediaan perlu ditingkatkan atau diturunkan dan
pembelian dari luar. Anggaran produksi disiapkan oleh manajer pabrik
berkoordinasi dan bekerja sama dengan akuntan, insinyur produksi, insinyur
pengkajian dan personel pentng lainnya.
4. Estimasi
pembelian bahan langsung
Estimatis pembelian bahan langsung adalah pembelian
barang secara langsung, baik berupa langsung maupun sistem online. Produsen harus
bisa membeli bahan dengan harga yg terjangkau agar proses produksi bisa
berjalan dengan efisien. Bagian ini harus disusun oleh kepala pembelian dalam
pertemuannya dengan manajer produksi. Dengan menggunakan anggara penjualan dan
produksi, dapat ditentukan kebutuhan bahan mentah dan barang stengah jadi, dari
periode ke periode, guna memenuhi kebutuhan keluarannya dan akan dievaluasi dalam
bentuk biaya tunai.
5. Estimasi
pemakaian bahan langsung
Estimasi pemakaian bahan langsung
adalah pemakaian bahan yang bisa langsung di gunakan tanpa memerlukan proses terlebih dahulu, atau
barang yang sudah di beli bisa langsung di
pakai atau di gunakan.
6.
Upah
langsung
Upah langsung
adalah upah yang diberikan langsung kepada karyawan melalui manajer atau atasan
itu sendiri.
7.
Estimasi
beban fabrikase
Merupakan
estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikase. Diperlukan anggaran
untuk ini karena setiap proses produksi pasti memmerlukan alat/mesin yang
digunakan untuk mengolah bahan baku. Dan setiap mesin tersebut mempunyai masa
berlaku/nilai penyusutan.
8.
Estimasi
harga pokok penjualan
Merupakan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Dengan
mengetahui hpp sutu produk perusahaan dapat memperkirakan laba yang akan
diperoleh.
9.
Estimasi
beban penjualan
estimasi beban
penjualan adalah estimasi yang timbul karena beban yang terkait dengan kegiatan
menghasilkan penjualan. Beban penjualan akan mempengaruhi jumlah penjualan
bersih dalam suatu produksi.
10. Estimasi beban
administrasi
Merupakan beban
yang timbul karena proses menghasilkan pendapatan penjualan yang dikurangkan
dari laba kotor dalam laporan laba-rugi.
11. Estimasi laba-rugi
Komponen pertama
anggaran induk adalah ikhtisar laba-rugi yang dianggarkan. Anggaran ini mengikhtisarkan pengaruh
semuadata relevan yang terkandung dalam anggaran tambahan departemen operasi
dan jasa, serta penjualan, pembelian,personel dan modal (depresiasi, penerimaan
penjualan barang bekas).
12. Estimasi kas
Komponen kedua
dari anggaran induk adalah anggaran kas yang sangat kritis mengingat
kemungkinan adanya kendala sehingga mengakibatkan adanya kas yang tidak
memuaskan atas suatu ekspansi bisnis yang dibutuhkan dan kerena berakibat pula
atas akseptabilitas anggaran induk sendiri secara keseluruhan. Dalam hal ini, pengawas
keuangan harus menetapkan penjadawalan waktu, biasanya bulanan atas produksi,
penjualan, pembelian aset tetap dan seterusnya serta kemudian menetapkan
pengaruh atas sisa kas. Alasan penggunaan anggaran ini adalah untuk menentukan
secara periodik apakah tambahan kas dibutuhkan atau adakah surplus kas tersedia
bagi investasi jangka pendek.
Refrensi:
·
Jerry J. Weygandt,
Donald E. Kieso & Paul D. Kimmel, “Accounting Principle/pengantar akuntansi”, Salemba Empat,
Jakarta, 2007
·
Ricky W.Griffin,
Ronald J.Ebert, Bisnis Jilid 1, (PT Ikrar Mandiriabadi, Jakarta, 2003, edisi ke
6)
·
Philip A Vale, J. Financial Management Handbook ,( PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia Anggota
IKAPI,Jakarta, 1989,Third Edition)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar