Senin, 10 Desember 2012

Manajemen Keuangan Perusahaan


·         Peran dan tanggung jawab manajer keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Dalam pengertian luas pandangan fungs keuangan adalahbmenyajikan suatu titik temu antara perusahaan pengguna dana dengan para pemilik dana mengenai pengguna dana menurut Solomon dalam buku “The Theory of Financial Management”.
Tiga tiang manajemen keuangan modern adalah hipotesis efisiensi pasar, niaya oportunitas pasar modal dan jamian yang diharapkan atas resiko. Ketiganya berkaitan dengan penentuan harga suatu perusahaan dan menjelaskan peran utamanya pada manajemen keuangan. Tujuan dari manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang merupakan fungsi dari arus kas yang diharapkan dan risiko yang terkandung didalamnya.  Lalu, fungsi dan tugas manajer keuangan yaitu :
1. Merencanakan dan menganalisa pembelanjaan perusahaan
2. Mengatur struktur aktiva (struktur kekayaan perusahaan)
3. Mengatur struktur finansial
4. Mengatur struktur modal

Tugas lain Manajer keuangan adalah menyediakan Laporan keuangan (Neraca, Laporan Rugi/Laba, dan Laporan Perubahan Modal).
1.      Penganggaran modal
Penganggaran modal atau biaya modal adalah suatu standar perbandingan yang digunakan dalam  analisis keuangan dan merupakan statistik perusahaan yang vital di mana membutuhkan perhitungan cermat. Penhasilan yang diperoleh dari sumber daya modal harus sama atau melebihi biaya modal itu.
2.      Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif
Ø  Investasi penggantian: suatu aktiva yang sudah usang (absolute) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan.
Ø  Investasi penambahan kapasitas: Usul penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru untuk meningkatakan efisiensi.
Ø  Investasi penambahan jenis produk baru: Investasi ini mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah di produksi.
3.      Metode penilaian investasi
Ø  Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi
Contoh: Average Rate of Return (Accounting Rate of Return)
Ø   Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow (arus kas)
Contoh: Pay Back Period Method, Internal Rate of Return, Net Present Value, dan Profitability Index.
4.      Arus kas masuk
Manajemen arus kas sangat  menentukan kehidupan finasisal perusahaan. Seorang manaer keuangan yang efisien akan menentukan kebutuhan kas minimal yang diperlukan,mempelajari pola pembayaran dan penerimaan, merencanakan pinjaman jangka pendek dan investasi sehingga perushaan tidak perlu memboroskan dananya. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia, laporan arus kas melaporkan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut 3 (tiga) jenis aktivitas, yaitu:
Ø  Aktivitas operasi
Jumlah aliran arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan aliran kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, pemeliharaan kemampuannya tersebut membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan para sumber pendanaan dari luar.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Operasi, misalnya:
a. Kas yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa secara tunai.
b. Kas yang diterima dari penagihan piutang dagang dan piutang lainnya.
c. Kas yang diterima dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha.
Ø  Aktivitas investasi
Transaksi kas yang berhubungan dengan perolehan fasilitas investasi dan non kas lainnya yang digunakan oleh perusahaan. Arus kas masuk terjadi jika kas yang diterima dari hasil atau pengembalian investasi yang dilakukan sebelumnya, misalnya: dari hasil atau penjualan.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Investasi, misalnya:
a. Penjualan aktiva tetap.
b. Penjualan surat berharga yang berupa investasi.
c. Penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan investasi).
Ø  Aktivitas pendanaan
Kegiatan pendapatan sumber dana dari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut, meminjam dan membayar hutang kembali, atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar hutang tersebut.
Arus kas masuk yang berasal dari Aktivitas Pendanaan, misalnya:
a. Penerimaan kas dan surat berharga dalam bentuk equity (sewajarnya).
b. Penerimaan dari penerbitan hutang obligasi dan hutang jangka panjang lainnya
5.      Metode average rate of return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Penilaian investasi dengan metode Average Rate of Return didasarkan pada jumlah keuntungan bersih sesudah pajak.
Rumus:           laba bersih sesudah pajak/ total average invesment
6.      Metode masa pengembalian investasi
Perhitungan ini dapat dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh setiap tahun. Nilai kas bersih merupakan penjumlahan laba setelah pajak ditambah dengan penyusutan.
7.      Metode net present value
Net present value ialah nilai sekarang bersih dari arus kas tambahan bersih yang didiskonto pada pagu penghasilan yang diharapkan dari suatu proyek.  NPV juga merupakan  selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon. NPV nol menunjukkan bahwa proyek hanya dapat mengembalikan investasi plus penghasilan minimal yang bisa diterima atas modal yang ditanam sepanjang usia proyek.

Keterangan:    NB = Net benefit = Benefit – Cost
C   = Biaya investasi + Biaya operasi= Benefit yang telah didiskon= Cost yang telah didiskon
i     = diskon faktor
n    = tahun (waktu)

8.      Metode Profitability Index
Metode Profitability Index menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi.
  1. Metode internal rate of return
IRR didefinisikan sebagai tingkat pembiayaan impas bagi proyek. Definisi matematis IRR adalah suatu pagu diskonto yang jika digunakan untuk mendiskonto tambahan aarus kas bersih menunjukkan nilai sekarang bersih nol bagi proyek.
            Keterangan:     IRR = Internal Rate of Return
i1 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV+
i2 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV-
Present Value bernilai positif
NPV2= Net Present Value bernilai negatif
·         Perencanaan keuangan
Perencanaan keuangan dalam perusahaan sangat diperlukan agar tidak terjadi pemborosan dan pengeluaran perusahaan saat ini atau yang akan datang dapat diperkirakan. Perusahaan membutuhkan dana karena dana yang telah diperoleh oleh perusahaan akan digunakan untuk:
1. Membiayai kegiatan perusahaan yaitu Investasi.
2. Membayar deviden kepada pemegang saham.
3. Membayar biaya dan beban perusahaan yang merupakan biaya operasional
4. Membayar pajak
Manajer keuangan yang bijaksana akan mengusahakan agar pembayaran bunga dan pembiayaan pinjaman menurut kemampuan pembayaran perusahaan pada kemungkinan kondisiyang berubah-ubah. Penyediaan dana yang cukup harus memastikan agar tidak hanya kelayakan keuangan perusahaan dipertahankan terus tapi juga agar semua cara yang mungkin untuk mengadakan investasi agi pertumbuhan yang menguntungkan dapat dilaksanakan pada saat ada peluang yang baik.



Referensi
·         Philip A Vale, J. Financial Management Handbook ,( PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia Anggota IKAPI,Jakarta, 1989,Third Edition)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar